SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Lidi Sawit Sumut Tembus Ekspor Rp197,29 Miliar, Deli Serdang Dorong Hilirisasi

×

Lidi Sawit Sumut Tembus Ekspor Rp197,29 Miliar, Deli Serdang Dorong Hilirisasi

Sebarkan artikel ini

BERINGIN (MAWARTA) – Nilai ekspor lidi sawit asal Sumatera Utara menembus Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. Capaian tersebut telah melampaui nilai ekspor sepanjang 2025 yang tercatat Rp108,42 miliar.

Data Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara mencatat volume ekspor lidi mencapai 23,26 juta kilogram hingga awal September 2026. Pasar utama komoditas ini antara lain Pakistan, China, dan Vietnam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Potensi tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mendorong pelaku usaha memperkuat pengembangan dan hilirisasi lidi agar komoditas tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Hal itu disampaikan Asri saat mengikuti Webseries Go Ekspor Barantin #10 bertajuk “Tuntas: Lidi Sumut Tembus Pasar Dunia”, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut digelar Karantina Sumatera Utara untuk membahas peluang dan persyaratan ekspor lidi sawit.

BACA JUGA:  Sambut HUT ke 58 Partai Golkar Deli Serdang Bagi-bagi Beras dan Hadiah

Deli Serdang memiliki potensi bahan baku dari perkebunan kelapa sawit dan kelapa. Pemerintah daerah menyebut potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan dan kerajinan berbahan lidi.

Pemkab Deli Serdang juga menyebut sebanyak 445 pelaku UMKM lidi di 17 kecamatan telah mendapat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pembinaan literasi keuangan.

Selain akses pembiayaan, pemerintah daerah mendorong hilirisasi melalui pelatihan kerajinan anyaman lidi, bantuan peralatan produksi dan promosi produk olahan melalui pameran maupun fasilitas publik.

Asri menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, eksportir dan lembaga terkait agar meningkatnya ekspor lidi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Karantina Sumut menyatakan siap mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan fitosanitari yang ditetapkan negara tujuan. Data Karantina juga menunjukkan lidi Sumut telah menjangkau sejumlah negara lain, di antaranya Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan dan Arab Saudi.

BACA JUGA:  GRPK Beberkan Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Desa, Kecamatan Batang Kuis Siap Panggil Kepala Desa

Dengan nilai ekspor yang telah melampaui capaian 2025 meski volume belum menyamai tahun sebelumnya, lidi sawit kini menjadi salah satu komoditas yang menunjukkan potensi pengembangan ekonomi berbasis hasil perkebunan di Sumatera Utara. (Hoko)