BREAKING NEWS

Dituding Picu Macet: Potret Jalan Nasional di Berastagi – Medan Rusak dan Berlubang

×

Dituding Picu Macet: Potret Jalan Nasional di Berastagi – Medan Rusak dan Berlubang

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, KARO – Kondisi akses Jalan Jamin Ginting tetapnya di Persimpangan Gang Karya yang berada di kawasan Kota Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo yang ke arah Medan maupun sebaliknya saat ini semakin parah.

Pantauan wartawan, Minggu (07/08/2022) tampak terdapat lubang berukuran lebar memenuhi badan Jalan Lintas Provinsi Sumatra Utara ke Kabupaten Simalungun, Dairi dan Aceh Tenggara ini.

Akibatnya, para pengendara roda dua, empat maupun lebih yang datang dari arah Kota Medan menuju Tanah Karo kala melintas harus was – was. Karena menghindari kerusakan jalan dan lubang.

Parahnya, apabila musim penghujan kategori deras air akan berada didalam lubang. Dipastikan bisa membuat banjir.

Apalagi, kondisi drenasi saat ini terlihat tersumbat. Tentu membahayakan para pengguna roda dua.

Tambal sulam

Selama ini perbaikan jalan hanya dilakukan tamba-tambal saja, ditaksir kualitas tidak tahan lama. Ini terlihat dari lubang yang perlahan bertambah dalam. Toh, para pengendara kadang terperosok ke kelubang jalan.

BACA JUGA:  Jembatan Kaca Gundaling Sky Hill Jadi Objek Wisata Top Di Berastagi , Kadis Pariwisata Munarta Ginting : Semoga PAD Naik

“Pengendara roda dua sudah berulang kali kami lihat terjatuh di sini karena berusaha menghindari lubang. Apalagi jika dari arah berlawanan. Si pengendara sepeda motor berselisih dengan kendaraan lainnya,” ungkap seorang warga Ujung Aji bernama Johan Sembiring (45) .

Senada diungkapkan Johan Sembiring, Imanuel Simarmata. Imanuel sebagai supir pengangkut sembako ini mengungkapkan, “memang sudah perlu dibenahi, bisa saja karena kerusakan jalan ini, as mobil kita bisa patah,” bebernya.

“Selama ini yang kami lihat, jalan di lokasi ini diperbaiki jika kepala negara berkunjung ke Tanah Karo. Namun, pengaspalannya dilakukan hanya sekedarnya saja, yang daya tahannya tidak bertahan lama,” tutur Imanuel.

Selain itu, papar Imanuel, melihat pihak instansi terkait mengerjakan jalan mengorek aspal yang rusak atau mengorek drenase supaya berfungsi . Akan tetapi, lanjutnya, tidak langsung dibenahi sehingga masih saja dianggap rawan terjadinya kecelakaan.

BACA JUGA:  Trio Nabasa Hibur Warga Pada Perayaan Natal PWI Sumut di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu

“Dampak dari kerusakan juga mengakibatkan arus lalu lintas sepanjang lebih kurang 3 KM macet. Hal ini disebabkan, karena para pengendara kendaraan melintas secara perlahan untuk menghindari lubang yang menganga, karena tidak pelan – pelan, mobil kita pun bisa terberam,” sebutnya.

Untuk itu, katanya, masyarakat sekitar yang sering melintas setiap harinya ini meminta kepada pihak terkait khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional agar segera membenahi jalan lintas pariwisata tersebut.

“Jangan tunggu sampai makan korban jiwa, baru pemerintah mau memperbaikinya. Kami kan bayar pajak kendaraan juga. Jadi, sudah selayaknya prasarana jalan juga harus diperhatikan,” pinta Imanuel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *