TANJUNGBALAI (MAWARTA) – Sebanyak 170 mahasiswa Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan mulai menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Tanjungbalai. Selama 45 hari, para mahasiswa akan ditempatkan di tiga kecamatan dan delapan kelurahan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.
Kedatangan para mahasiswa disambut Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung di halaman Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Senin (10/8/2026).
Berdasarkan penjelasan Ketua DPL KKN UPMI Medan, Alwi Fahruzi Nasution, mahasiswa akan ditempatkan di Kecamatan Tanjungbalai Utara, Teluk Nibung dan Sei Tualang Raso.
Di Kecamatan Tanjungbalai Utara, lokasi KKN meliputi Kelurahan Matahalasan dan Kualo Silo Bestari. Kemudian Kecamatan Teluk Nibung meliputi Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kapias Pulau Buaya, Pematang Pasir dan Perjuangan. Sementara di Kecamatan Sei Tualang Raso, mahasiswa ditempatkan di Kelurahan Sei Raja dan Sumber Sari.
Mahyaruddin menyambut baik penempatan mahasiswa UPMI tersebut. Menurutnya, KKN tidak semata menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat.
“Kami menyambut baik dan terbuka atas pelaksanaan KKN ini, karena kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Mahyaruddin.
Ia meminta para mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat serta menghormati etika, budaya dan nilai-nilai lokal yang berlaku di masing-masing wilayah penempatan.
Mahyaruddin juga mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu menemukan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa diminta membangun komunikasi dan kerja sama dengan aparat kelurahan, tokoh masyarakat serta berbagai elemen di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN.
“Kami percaya saudara-saudari adalah putra-putri terbaik bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan. Manfaatkanlah waktu KKN ini dengan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk belajar dari kehidupan masyarakat secara langsung,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Tanjungbalai dan UPMI Medan juga memperkuat kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerja sama juga dilakukan melalui Memorandum of Agreement (MoA) antara Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai dengan UPMI Medan.
Wali Kota berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.
“Kepada adik-adik mahasiswa KKN, manfaatkanlah kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu yang dimiliki, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di lingkungan,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UPMI Medan Ali Mukti Tanjung menyampaikan apresiasi kepada Pemko Tanjungbalai yang telah menerima dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan KKN Mandiri di wilayah tersebut.
Ia meminta mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai kesempatan mengamalkan ilmu sekaligus memperoleh pengalaman melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Ali juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap dan nama baik almamater selama berada di lapangan. Para mahasiswa diminta mampu menekan ego pribadi karena berbagai program KKN akan dilaksanakan secara bersama-sama.
Menurutnya, 170 mahasiswa tersebut akan berada di Tanjungbalai selama 45 hari, terhitung mulai 10 Agustus hingga 28 September 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program yang telah disusun oleh masing-masing program studi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fitra Hadi, Kabag Pemerintahan Bayu Safri Ananda, para camat dan lurah, serta jajaran UPMI Medan.
Melalui kehadiran 170 mahasiswa tersebut, Pemko Tanjungbalai berharap program KKN dapat memberikan manfaat dua arah: mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di tengah masyarakat, sementara warga mendapatkan kontribusi pengetahuan dan keterampilan dari dunia perguruan tinggi. (Kurniawan)















