Tamiang (MAWARTA) – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.
Dukungan tersebut ditegaskan melalui kehadiran Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, dalam apel penutupan Satuan Tugas Pemulihan Bencana Aceh Kementerian Dalam Negeri, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Amalia, Kuala Simpang ini menjadi penanda berakhirnya misi percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan bahwa solidaritas antar daerah menjadi kunci penting dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian. Semoga masyarakat Aceh Tamiang segera pulih. Mari bersatu dan bergotong royong agar kehidupan kembali normal,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Deli Serdang juga telah mengirimkan bantuan personel pemadam kebakaran serta logistik untuk mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan di lokasi terdampak.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para praja IPDN yang menjalankan tugas selama 30 hari di daerah terdampak.
Menurutnya, keterlibatan para praja menjadi bagian penting dalam pembelajaran lapangan sekaligus penguatan kapasitas dalam menghadapi situasi bencana.
“Satu bulan di sini adalah simulasi nyata. Kalian diuji secara fisik, mental, dan kemampuan mencari solusi. Ini menjadi pengalaman penting untuk masa depan,” kata Bima Arya.
Selama bertugas, para praja IPDN gelombang II berhasil menuntaskan 76 target operasi, di antaranya pembangunan dan pembersihan drainase sepanjang hampir 7 kilometer, penataan median jalan sekitar 3,2 kilometer, hingga perbaikan sarana pendidikan dan fasilitas umum.
Selain itu, bantuan sosial seperti sepeda untuk anak-anak dan perlengkapan olahraga bagi pemuda juga turut disalurkan sebagai bagian dari pemulihan sosial masyarakat.
Apel penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya tugas Satuan Tugas Pemulihan Bencana Aceh Kemendagri, dengan harapan seluruh upaya yang telah dilakukan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat serta mengembalikan aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Aceh Tamiang. (Hoko)













