KARO (MAWARTA) – Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat merespons sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung yang berdampak ke sejumlah wilayah setelah gunung api tersebut mengalami erupsi, Senin (31/8/2026).
Melalui BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemkab Karo menyalurkan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah desa yang terdampak paparan abu vulkanik.
Pembagian masker diprioritaskan di wilayah Kecamatan Naman Teran, Berastagi, Dolat Rayat dan Merdeka yang dilaporkan mengalami paparan abu vulkanik cukup tebal.
Tim gabungan turun langsung ke sejumlah desa untuk memastikan masker diterima masyarakat, terutama kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap dampak abu vulkanik seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.
Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan serta langkah perlindungan yang perlu dilakukan selama kondisi tersebut berlangsung.
Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo Hesti Maria Br Tarigan, S.H., M.H., meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
“Kami minta warga tetap tenang namun waspada. Gunakan masker setiap keluar rumah, kurangi aktivitas di luar, dan jaga kebersihan. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah situasi darurat. Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan Gunung Sinabung 24 jam,” ujar Hesti.
Pemkab Karo juga mengingatkan warga agar melakukan sejumlah langkah antisipasi di rumah. Sumber air dan makanan diminta ditutup rapat agar tidak terpapar abu vulkanik.
Warga juga diminta memperhatikan kondisi atap rumah dan membersihkan tumpukan abu yang dapat menimbulkan persoalan apabila dibiarkan menumpuk.
Untuk mengurangi penyebaran debu vulkanik di jalan, Pemkab Karo melalui Satuan Polisi Pamong Praja juga melakukan penyiraman badan jalan di sejumlah kawasan Berastagi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun tiupan angin setelah abu vulkanik menyelimuti sejumlah wilayah.
Dalam penanganan dampak erupsi tersebut, para camat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) di wilayah terdampak turut terlibat dalam kegiatan di lapangan.
Pemkab Karo meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama paparan abu vulkanik berlangsung. Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera mendatangi puskesmas terdekat atau posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas serta memperoleh informasi perkembangan Gunung Sinabung hanya dari sumber resmi pemerintah dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Respons cepat tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan masyarakat menyusul erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin pagi. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, erupsi terjadi pukul 10.17 WIB dengan amplitudo maksimum 120 milimeter, durasi 991 detik dan kolom abu mencapai sekitar 3,5 kilometer di atas puncak.
Kolom abu teramati bergerak ke arah timur-tenggara mengikuti arah angin.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Karo terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Sinabung serta dampaknya terhadap masyarakat.
Masyarakat di kawasan terdampak diimbau tetap tenang, menggunakan pelindung diri saat berada di luar rumah dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bahaya. (San)















