PALEMBANG (MAWARTA) – Seorang perempuan lanjut usia bernama Kartini (69) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Kapten Robani Kadir, Lorong Sando, RT 31/RW 08, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Darat, Kota Palembang, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Korban ditemukan setelah warga mendengar teriakan meminta tolong dari dalam rumah sekitar pukul 00.54 WIB. Saat warga bersama keluarga korban masuk ke dalam rumah, Kartini ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka pada bagian leher.
Polisi kemudian mengamankan seorang pemuda bernama Aldi Saputra alias Mete (21), yang diketahui merupakan cucu korban. Terduga pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian sebelum akhirnya diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumatera Selatan Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.
“Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan seorang perempuan berinisial K meninggal dunia. Terduga pelaku sudah diamankan tidak jauh dari TKP dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif serta rangkaian kejadian yang terjadi,” ujar Kompol I Putu Suryawan, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan keterangan saksi bernama Desi, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, ia sempat mendengar teriakan meminta tolong dari rumah korban.
Karena merasa takut, saksi awalnya tidak berani keluar rumah. Ia kemudian menghubungi Ketua RT dan keluarga korban untuk meminta bantuan.
Saksi juga menghubungi cucu dan keponakan korban. Dari balik tirai rumahnya, Desi kembali mendengar suara teriakan korban.
Saksi bersama anaknya, keponakan korban dan sejumlah warga kemudian mendekati rumah Kartini. Setelah memanggil adik korban, mereka bersama-sama masuk ke dalam rumah dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti.
“Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti serta melakukan langkah-langkah penyidikan lainnya untuk mengungkap secara utuh kasus ini,” kata I Putu.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan tiga barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, yakni satu bilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat, satu gunting bergagang plastik warna oranye, serta satu bilah pisau bergagang plastik warna hitam putih.
Menurut keterangan pihak kepolisian, terduga pelaku diketahui baru keluar dari tahanan dalam perkara narkotika.
I Putu menyebut, sebelum kejadian, terduga pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Polisi menduga cekcok tersebut berkaitan dengan permintaan uang atau barang berharga milik korban yang disebut hendak dijual oleh pelaku.
“Untuk pelaku ini baru keluar dari tahanan terkait tindak pidana narkotika. Pelaku saat di lokasi TKP sempat ada cekcok dengan korban, diduga meminta uang ataupun barang berharga milik korban untuk dijual oleh pelaku,” jelas I Putu.
Usai dilakukan identifikasi, jenazah Kartini kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif serta rangkaian lengkap peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Terduga pelaku juga masih menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan. (*)















