BREAKING NEWS

Viral, Petugas Parkir Menangis, Warganet: Kasian Emak-Emak

564
×

Viral, Petugas Parkir Menangis, Warganet: Kasian Emak-Emak

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS – Petugas parkir manual terpaksa menjadi pilihan bagi Marliana Sihotang (58), yang akrab dipanggil Butet, guna menopang ekonomi keluarga.

Lebih dari 10 tahun ibu tiga anak ini menggeluti profesi itu, dan setiap harinya bertugas menjaga sejumlah mobil yang  parkir di seputar jalan Raden Saleh Medan.

Dengan semangat, wanita paruh baya yang dikenal ramah ini kerap berlari mengatur dan ‘menjaga’ puluhan mobil yang mangkal di lokasi itu.

Sebagai tukang parkir di pasaran, ia kerap diperlakukan kasar, bahkan dimaki-maki saat ingin menagih parkir. Namun demi kelangsungan hidup anak-anaknya ia kerap bertahan.

Namun, Rabu (12/10) sore, Butet seakan kehilangan semangat untuk melanjutkan profesinya itu. Sesekali dia menyapu air matanya ditemani seorang puterinya yang juga turut terisak.

“Aku diviralkan orang di internet tanpa aku bisa membela diri, padahal aku tidak kasar meminta uang parkir ke dia,” ucapnya lirih.

Akun instagram,  Alfin_Mtd (Mama Gardam) yang memposting video Butet saat menagih parkir kepadanya kini viral diserbu warganet.

Ada yang menghujat si petugas parkir, namun sejumlah komen yang merasa prihatin dengan sang ibu, malah terkesan sengaja diblokir si pemilik akun, bahkan diblokir dari pertemanan.

BACA JUGA:  Karyawan Warung Kopi di Medan Tega Siram Anak dengan Air Panas karena Larangan Berjualan

Menurut Butet, sore itu dia menagih uang parkir kepada pemilik mobil yang merupakan tamu Dinas Kebudayaan Pemko Medan, yang berkantor di lokasi itu.

Sipemilik mobil diduga merupakan pemilik akun Alfin_Mtd, karena menurut Butet sempat mengancamnya ingin memviralkan. “Tadi dia memaksaku untukk minta maaf dan divideokan. Kalau nggak kuviralkan kau, gitu katanya,” papar warga Perumnas Simalingkar ini.

Mobil tersebut, kata Butet parkir sejak pukul 9.00 WIB pagi hingga sore hari. Sedangkan petugas parkir juga wajib membayar setoran untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemko Medan.

“Jadi aku mohon kedia, tambahlah jadi Rp5000, biar aku nggak rugi. Karena seharusnya kan udah berapa mobil yang bisa parkir di situ,” kata Butet.

Namun si pemilik mobil  menolak karena yang resmi dikertas parkir tertera Rp3000. Ia beralasan nanti susah minta pertanggungjawaban penggantian uang parkir ke kantornya.

“Jadi kubilang kedia, kalau memang begitu kukasihpun dua karcisnya,” kata Butet.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Bobby Nasution: Fasilitasi Perizinan dan HAKI untuk Pelaku Usaha Kopi

Pemilik mobil ternyata malah sengaja memvidiokan percakapan tersebut, dengan beberapa adegan diduga sengaja dipotong.

Butet pun tidak memahami apa yang melatar belakangi pemilik mobil ini terkesan ingin menghancurkan mata pencahariannya itu.

Sementara itu, informasi yang diperoleh wartawan, pemilik akun Alfin_Mtd alias Mamak Gardam merupakan sosok yang lagi viral di dunia hiburan Kota Medan.

Dia diketahui merupakan rekanan Dinas Kebudayaan Medan, yang bekerja mengisi sejumlah “panggung hiburan” di Kota Metropolitan ini.

Sejumlah warganet juga menyesalkan sikap terkesan ‘angkuh’ yang dipertontonkan dalam akun instagram tersebut.

“Terlalu kaya kayaknya orang ini ya, terlalu tinggi harga dirinya.Sehingga untuk 2000 perakpun dia tak mau mengalah. Anda yakin sudah cari nafkah dengan jujur? kalau masih main di pemerintahan kita sangsikan kejujuran anda,” kata nababanazza dalam komentarnya.

Terlepas dari salah atau tidak, tapi kasian wak emak-emak,” timpal gabewelly.

Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh jawaban dari pihak Dinas Kebudayaan Medan yang dipimpinan Kepala Dinasnya Ok Zulfi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *