Medan (MAWARTA) – Udara pagi di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, terasa sibuk seperti biasa. Deru kendaraan, klakson bersahutan, dan langkah tergesa para orang tua mengantar anak menuju sekolah. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, ada pemandangan yang menyejukkan hati.
Seorang polisi berseragam tampak menuntun seorang ibu dan anak kecil menyeberangi jalan. Dengan tenang, tangannya terangkat memberi isyarat kepada pengendara agar berhenti sejenak. Dialah Aiptu Jhon Rusli Manalu, Kanit Provost Polsek Medan Tuntungan.
Bukan aksi besar, tapi tindakan sederhana penuh makna. Ia memastikan setiap warga terutama anak-anak sekolah bisa menyeberang dengan aman.
“Kalau pagi, banyak anak sekolah dan orang tua yang menyeberang di sini. Kadang lalu lintas padat, jadi kami bantu supaya mereka tidak bahaya,” ujar Aiptu Jhon dengan senyum ramah kepada mawarta, Jumat (7/11/2025).
Tak jarang, anak-anak menyapanya dengan lambaian tangan kecil, tanda terima kasih atas kepeduliannya.
Bagi warga sekitar, kehadiran polisi seperti Aiptu Jhon membawa rasa aman di tengah padatnya arus kendaraan.
“Anakku sekolah di seberang jalan, dan tiap pagi Pak Polisi itu pasti bantu. Kami tenang jadinya,” ucap seorang ibu sambil menggandeng putrinya.
Bagi Aiptu Jhon, tugas itu bukan sekadar rutinitas, tapi panggilan hati.
“Kalau bisa bantu orang, kenapa tidak? Sekecil apa pun, asal bermanfaat buat masyarakat,” katanya pelan.
Aksi pagi di depan Gereja GBI Rumah Persembahan, Jumat (7/11), ini menjadi cerminan sederhana bagaimana polisi hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga menjaga rasa kemanusiaan.
Ketika banyak orang berlalu dengan terburu-buru, seorang polisi memilih berhenti sejenak, demi memastikan langkah kecil seorang anak sampai di seberang jalan dengan selamat.
Dan di situlah makna sejati dari pengayoman itu sendiri. (Tison)













