MEDAN (MAWARTA) — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumatera Utara (PW IPA Sumut) menggelar aksi unjuk rasa jilid II menyuarakan keprihatinannya atas maraknya praktik perjudian di beberapa lokasi. Berdasarkan pengaduan masyarakat dan hasil investigasi lapangan, tempat-tempat perjudian tersebut diduga kuat milik seorang berinisial AK dan disinyalir mendapat perlindungan (bekingan) dari oknum kepolisian.
Dalam penelurusannya, PW IPA Sumut membeberkan beberapa titik lokasi yang disinyalir kuat menjadi sarang perjudian, di antaranya berada di Jalan Rukam, Brahrang, Kota Binjai, Yang Lim Plaza Jalan Emas No. 10, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan dan Komplek Asia Mega Mas, Jalan Asia, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.
“Kami meminta kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto untuk menindak segala bentuk perjudian tanpa tebang pilih dan kompromi, AK merupakan salah satu bandar judi terbesar di Sumatera Utara. Hal ini harus menjadi atensi kita semua,” ujar Koordinator Aksi, Ikhwanda Buyung di Mapolda Sumut, Jum’at (14/08).
Dalam pernyataan sikapnya, PW IPA Sumut mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk mengambil langkah tegas melalui 3 tuntutan utama:
1. Melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak): Meminta Kapolda Sumut turun langsung menindak lokasi-lokasi perjudian yang telah disebutkan.
2. Penutupan Permanen: Meminta pihak kepolisian segera menutup seluruh tempat praktik perjudian tersebut tanpa kompromi
3. Tangkap Aktor Intelektual: Meminta Kapolda Sumut menangkap bos pengelola lokasi perjudian berinisial AK beserta oknum-oknum yang diduga kuat mem-bekingi keberadaan lokasi tersebut.
PW IPA Sumut berharap pimpinan kepolisian daerah dapat bertindak profesional dan responsif demi menjaga kondusivitas serta moralitas masyarakat serta pihaknya menegaskan akan menggelar aksi lanjutan jilid IIl dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang lebih besar lagi. (*)















