TANJUNGBALAI (MAWARTA) – Produk hasil pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (TBA) mendapat peluang untuk dipasarkan lebih luas setelah Pemerintah Kota Tanjungbalai menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan pemasaran produk tersebut.
Dukungan itu disampaikan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Lapas Kelas IIB TBA Refin Tua Simanullang bersama jajaran di ruang kerja Wali Kota, Selasa (8/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara Lapas dan Pemkot Tanjungbalai untuk memperluas akses pemasaran hasil karya warga binaan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian.
Kalapas Kelas IIB TBA Refin Tua Simanullang mengatakan, hasil pembinaan di dalam Lapas tidak berhenti pada proses menghasilkan keterampilan. Produk yang dibuat warga binaan juga perlu mendapatkan akses pasar agar memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi menghadirkan kesempatan. Bukan sekadar keterampilan, tetapi membangun kemandirian,” ujar Refin.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah akan diarahkan pada pengembangan pemasaran produk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungbalai.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, produk hasil karya warga binaan diharapkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan terbatas, tetapi dapat mengikuti berbagai kegiatan pameran dan agenda promosi produk UMKM hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu hasil karya yang diperlihatkan kepada Wali Kota adalah miniatur kapal. Mahyaruddin menilai produk tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi dari keterampilan yang dikembangkan warga binaan.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai karya yang tadi disampaikan Kalapas. Salah satunya yang saya lihat di sini miniatur kapal. Saya yakin masih banyak hasil karya lainnya di sana yang sangat menarik, bagus, berkualitas dan bernilai jual tinggi,” kata Mahyaruddin.
Menurut Wali Kota, karya warga binaan bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menilai keterampilan tersebut penting untuk dikembangkan karena dapat menjadi modal bagi warga binaan ketika menyelesaikan masa pidana dan kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
“Saya sangat bangga melihat hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB TBA. Ini bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan efektif dan memberi ruang bagi para WBP untuk terus berkarya serta mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Mahyaruddin menegaskan Pemerintah Kota Tanjungbalai akan mendukung program pembinaan Lapas, khususnya yang berkaitan dengan kreativitas, kewirausahaan dan peningkatan keterampilan warga binaan.
Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut, termasuk membantu membuka ruang pemasaran melalui berbagai kegiatan pemerintah daerah.
“Nantinya apa yang disampaikan Kalapas akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait, baik Disdagper maupun OPD lainnya. Kita akan membantu dan memudahkan pengembangan serta pemasaran hasil produk UMKM dari Lapas, termasuk mengikutsertakannya dalam sejumlah event seperti Pesta Hari Jadi Kota Tanjungbalai, Pekan Inovasi, pameran produk UMKM dan event lainnya,” kata Mahyaruddin.
Bagi Lapas, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian warga binaan. Sebab, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan akan lebih bermanfaat apabila disertai kesempatan untuk mengembangkan dan memasarkan hasil karya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tanjungbalai Nurmalini Marpaung, Plt Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Haikal Akmal, Kepala Bapperida Mariani, jajaran Lapas Kelas IIB TBA, Kasi Binadik dan Giatja, Kasubsi Giatja serta Kepala BPS Tanjungbalai Nizaruddin.
Sebelumnya, Kalapas Refin Tua Simanullang bersama jajaran juga telah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina. Dalam pertemuan tersebut, pihak Lapas menyerahkan miniatur rumah pohon sebagai salah satu hasil karya warga binaan.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat membuat hasil pembinaan di Lapas memiliki akses yang lebih luas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan sebagai bagian dari proses kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat. (Kurniawan)















