SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Masjid Sultan Basyarudin Dipadati Jamaah, Ramadan Perkuat Iman dan Jejak Sejarah Kesultanan Serdang

×

Masjid Sultan Basyarudin Dipadati Jamaah, Ramadan Perkuat Iman dan Jejak Sejarah Kesultanan Serdang

Sebarkan artikel ini

Pantai Labu (MAWARTA) – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya Sultan Basyarudin, Dusun I Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (27/2/2026).

Ratusan jamaah memadati masjid bersejarah tersebut untuk menunaikan Sholat Jumat bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jumlah jamaah yang hadir meningkat signifikan dibandingkan Jumat biasanya. Selain karena momentum Ramadan, tingginya antusiasme masyarakat juga dipengaruhi nilai historis masjid yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Serdang.

Khutbah Jumat disampaikan Ustaz Darwansyah S.Ag dengan tema “Ramadan Jadi Momentum Memperbaiki Diri.”

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi sarana pengendalian hawa nafsu serta evaluasi diri untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan ketakwaan.

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Mari kita jaga sholat lima waktu dan memperbanyak amal kebaikan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT,” ujar Darwansyah di hadapan jamaah.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Medan Ajak Warga Perkuat Semangat Berbagi saat Safari Ramadan di Masjid At Tawwabin

Masjid Raya Sultan Basyarudin berdiri sejak tahun 1954 dan dibangun oleh Sultan Serdang ke-IV. Berdiri di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 100 meter persegi, masjid ini dikenal masyarakat sebagai “Masjid Sultan Serdang”.

Keberadaannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu situs bersejarah di kawasan Pantai Labu. Secara historis, Kesultanan Serdang merupakan kerajaan Melayu yang memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Islam di Sumatera Timur.

Sejumlah peninggalan sejarah, termasuk masjid ini, menjadi simbol perpaduan nilai budaya dan spiritualitas yang masih terjaga hingga kini.

Momentum Sholat Jumat di bulan Ramadan di Masjid Sultan Serdang menjadi pengingat bahwa sejarah dan nilai religius berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter. (Hoko)