SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Keluhan Lalat di Minuman Berujung Teguran, Pelanggan Kawa Deli Kopi Kecewa

×

Keluhan Lalat di Minuman Berujung Teguran, Pelanggan Kawa Deli Kopi Kecewa

Sebarkan artikel ini
Kawa Deli Kopi yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Lokasi ini menjadi tempat pelanggan menyampaikan keluhan terkait temuan lalat di dalam minuman yang dipesannya. (IST)

DELISERDANG (MAWARTA) – Keluhan seorang pelanggan terkait temuan seekor lalat di dalam minuman di Kawa Deli Kopi, Kabupaten Deli Serdang, berujung pada persoalan pelayanan.

Pelanggan bernama Abdul Hadi mengaku kecewa setelah menemukan seekor lalat di dalam segelas teh hijau dingin yang dipesannya. Temuan tersebut kemudian dipertanyakannya kepada pegawai Kawa Deli Kopi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Di dalam minuman saya ada lalat. Siapa yang membuat minuman ini?” ujar Abdul Hadi, sebagaimana penuturannya kepada Mawarta, Selasa (1/9).

Menurut Abdul Hadi, setelah keluhan tersebut disampaikan, seorang pekerja yang disebut bernama Jon datang menemuinya.

Abdul Hadi mengaku respons yang diterimanya bukan penjelasan mengenai minuman tersebut, melainkan sikap yang menurut dia terkesan emosional. Ia bahkan menyebut dirinya bersama beberapa rekannya diminta meninggalkan tempat usaha tersebut.

“Kalian jangan duduk di sini lagi, jangan makan di sini,” kata Abdul Hadi menirukan ucapan yang menurutnya disampaikan Jon.

Persoalan kemudian disebut berlanjut ketika Jon diduga menunjuk-nunjuk Abdul Hadi dan melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan.

BACA JUGA:  Warga Resah Dugaan Judi Dadu Kopyok di Pancur Batu, Polisi Diminta Bertindak

“Tidak punya otak,” demikian ucapan yang menurut Abdul Hadi disampaikan kepadanya.

Mawarta memperoleh keterangan bahwa kejadian tersebut juga terekam dalam video yang menjadi bagian dari dokumentasi pihak pelanggan.

Abdul Hadi mengaku kecewa karena dirinya merupakan pelanggan yang selama ini beberapa kali datang dan membeli makanan maupun minuman di tempat tersebut.

Bagi Abdul Hadi, persoalan yang terjadi bukan semata mengenai adanya lalat dalam minuman, tetapi juga bagaimana keluhan pelanggan semestinya ditangani oleh pihak usaha.

Menurut dia, ketika konsumen menemukan persoalan dalam makanan atau minuman yang dipesan, semestinya ada penjelasan dan pemeriksaan terhadap produk yang dikeluhkan. Sikap pelayanan yang baik dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik antara pelanggan dan pekerja.

Kasus tersebut juga menjadi perhatian terhadap standar pelayanan usaha kuliner. Keluhan konsumen pada dasarnya merupakan bagian dari interaksi antara pelaku usaha dan pelanggan yang membutuhkan respons secara profesional.

BACA JUGA:  Diduga Banyak Bangunan Tanpa PBG di Batang Kuis, LSM Soroti Lemahnya Pengawasan Kecamatan

Namun demikian, dugaan ucapan dan sikap pekerja dalam kejadian tersebut masih berdasarkan keterangan Abdul Hadi. Mawarta belum mendapatkan penjelasan dari pihak Kawa Deli Kopi maupun Jon untuk mengonfirmasi rangkaian kejadian dari sisi mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Kawa Deli Kopi belum memberikan keterangan mengenai temuan lalat dalam minuman maupun dugaan ucapan dan perlakuan terhadap pelanggan tersebut.

Mawarta membuka ruang bagi pihak Kawa Deli Kopi dan Jon untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan atas kejadian tersebut.

Keterangan dari pihak usaha penting agar pemberitaan mengenai persoalan ini dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keterangan salah satu pihak.

Bagi pelaku usaha kuliner, kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan produk yang disajikan, tetapi juga cara menghadapi konsumen ketika terjadi keluhan. Penyelesaian yang komunikatif dan profesional dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. (Hoko)