MEDAN (MAWARTA) – Keluarga mantan istri Brigadir I, yakni Winda Lorenza menggelar aksi ‘seribu lilin’ di depan Pos Bloc, Kota Medan. Keluarga meminta keadilan atas kematian Winda.
Pantauan detikSumut, Jumat (28/8/2026), aksi digelar sekitar pukul 19.00 WIB. Keluarga Winda terlihat membawa beberapa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka.
Salah satu spanduk itu bertuliskan ‘Justice For Winda. Aksi Damai Bersama, Kawal Kasus Kematian Winda Lorenza Gowasa’.
Selain itu, pihak keluarga juga menjejerkan puluhan lilin di antara spanduk itu. Ada juga beberapa tangkai bunga yang diletakkan di atas spanduk.
Pada bagian tengah, diletakkan foto Winda yang dikelilingi lilin. Ada sekitar 30-an orang yang ikut aksi itu.
“Kita hari ini agendanya agenda ‘1.000 Lilin’,” kata tim kuasa hukum keluarga korban, Utreck Ricardo Siringoringo saat diwawancarai di lokasi.
Utreck mengatakan ada tiga tuntutan mereka. Pertama adalah meminta adanya ekshumasi dan autopsi ulang jasad korban. Pihaknya akan menyiapkan dokter pembanding jika nanti jasad korban diautopsi ulang.
“Kita minta dilakukan secepatnya ekshumasi atau autopsi ulang. Nanti perwakilan dari kita ada dokter dari kita pembanding dan/atau nanti yang bisa menganalisis,” jelasnya.
Kedua, keluarga meminta laporan yang saat ini ditangani di Polrestabes Medan untuk ditarik ke Polda Sumut. Ketiga, pihak keluarga meminta agar kasus itu dilakukan secara transparan.
“Hasil dari RDPU pada saat itu menyampaikan agar membuka informasi seluas-luasnya. Namun, pada faktanya sampai hari ini, informasi dari Polrestabes kita belum terkonfirmasi,” sebutnya.
*Lampu dan Jaringan Diduga Dimatikan*
Pada saat keluarga tengah aksi, kata Utreck, lampu yang berada di dekat trotoar atau yang menjadi lampu penerangan ke lokasi aksi itu, mati sekira pukul 19.30 WIB. Alhasil, penerangan ke lokasi aksi jadi berkurang.
“Bisa tiba-tiba lampu yang berada di tikungan ini padam. Tidak tahu sebabnya. Kita sama-sama orang Medan, tiap hari lewat Lapangan Merdeka tidak pernah padam lampunya. Kenapa malam ini lampunya padam?,” ujarnya.
“Padamnya juga kita sudah konfirmasi sama beberapa rekan-rekan dari Dinas Perhubungan. Mereka menyampaikan akan segera berkoordinasi. Namun, faktanya sampai hari ini, lampu tidak hidup,” sambung Utreck.
Selain itu, Utreck mengatakan bahwa jaringan internet di lokasi juga down saat massa tengah menyampaikan aspirasinya. Pihaknya menduga hal ini disengaja.
“Tapi kenapa rekan-rekan dari kepolisian ataupun Pemko Medan, kita sangat sayangkan, anggaran Kota Medan berapa? Bisa lampu tiba-tiba mati dan juga jaringan bisa dihilangkan. Ini ada apa? ketakutan?,” sebutnya.
Pantauan detikSumut, lampu dan jaringan internet untuk salah satu provider itu mati saat keluarga Winda tengah menyampaikan aspirasinya. Alhasil, keluarga menyampaikan aksi dengan penerangan seadanya.
Untuk diketahui, Winda Lorenza diduga bunuh diri dengan senjata api di rumah mertuanya atau orang tua Brigadir I di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8). Namun, pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan dalam kasus itu.(Hoko)















