KARO (MAWARTA) – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih terpantau fluktuatif. Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat TNI-Polri yang terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Sinabung milik PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik.
Pemantauan dilakukan Dandim 0205/TK Letkol Inf. Robert B. Hardian Panjaitan bersama Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan, S.H., di Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menerima penjelasan langsung dari Kepala PVMBG Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Armen Putra, mengenai kondisi terkini gunung api tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan dalam kunjungan itu, aktivitas kegempaan Gunung Sinabung masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Intensitas kegempaan disebut dapat mengalami peningkatan maupun penurunan.
Selain gempa tektonik dalam, masih terpantau kegempaan hybrid serta keluarnya asap tebal berwarna keabu-abuan dari kawah.
Hingga saat ini, status Gunung Sinabung masih berada pada Level II atau Waspada.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat di kawasan rawan bencana tetap menjadi perhatian. Terlebih, masih terdapat warga yang melakukan aktivitas pertanian di sejumlah wilayah yang masuk kawasan rawan.
Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan mengatakan koordinasi antara kepolisian, TNI, PVMBG dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Sinabung.
“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, PVMBG dan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Masyarakat di wilayah rawan bencana kami imbau tetap waspada dan mematuhi setiap rekomendasi maupun arahan dari pihak yang berwenang demi keselamatan bersama,” ujar Poltak.
Menurutnya, sejumlah wilayah masih berada dalam kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus karena masuk dalam radius rekomendasi kawasan rawan bencana.
Di antaranya kawasan Danau Lau Kawar yang berada pada radius sekitar dua kilometer. Selain itu, terdapat sejumlah desa yang berada pada radius sekitar 3 hingga 4,5 kilometer, seperti Desa Sukanalu, Sigarang Garang, Kuta Gugung, Berastepu dan Gamber.
Kapolsek menyebut aktivitas masyarakat masih ditemukan di sejumlah kawasan tersebut, termasuk kegiatan pertanian. Aktivitas pengelolaan objek wisata juga terdapat di kawasan Danau Lau Kawar.
Karena itu, masyarakat maupun pihak yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait.
Kunjungan Dandim 0205/TK bersama jajaran kepolisian ke Pos Pengamatan Gunung Sinabung juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi bencana.
Danramil 04 Kapten Inf. Dandi Novi Hartanto serta Kepala PVMBG Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan kondisi aktivitas Gunung Sinabung yang masih fluktuatif, masyarakat di wilayah rawan diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan gunung api dan tidak mengambil tindakan yang bertentangan dengan rekomendasi PVMBG.
Koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dapat dipantau dan potensi risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (San)















