SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 3,5 Kilometer

×

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 3,5 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 3,5 kilometer di atas puncak. Abu erupsi bergerak ke arah timur-tenggara. (Dok. Istimewa)

KARO (MAWARTA) – Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pagi. Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 3,5 kilometer di atas puncak.

Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 120 milimeter dengan durasi mencapai 991 detik.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kolom abu hasil erupsi teramati bergerak ke arah timur-tenggara mengikuti arah angin.

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung diminta tetap tenang dan tidak panik. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan erupsi maupun sebaran abu vulkanik.

Petugas mengimbau masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan pemerintah serta instansi berwenang, termasuk tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bahaya.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga diminta menggunakan masker dan alat pelindung diri, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:  Benny Pemilik Pangkalan LPG Oplosan Ditangkap Polda Sumut

Paparan abu vulkanik dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengantisipasi paparan abu serta menjaga sumber air dan bahan makanan agar tidak terkontaminasi.

Erupsi ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang sebelumnya telah membuat pemerintah memperluas zona rekomendasi keselamatan.

Sejak 13 Agustus 2026, radius rekomendasi diperluas menjadi 3 kilometer dari puncak dan 4,5 kilometer pada sektor selatan-tenggara. Masyarakat, wisatawan dan pendaki dilarang melakukan aktivitas di dalam zona tersebut.

Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung juga menjadi perhatian sejumlah instansi. Sehari sebelum erupsi, kondisi gunung masih berada dalam pemantauan intensif setelah aktivitas vulkanik dilaporkan meningkat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung meminta masyarakat tidak mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung diminta hanya mengacu pada keterangan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, pemerintah daerah dan instansi terkait.

BACA JUGA:  Bulan Suci Ramadhan, DPC Partai Demokrat Kab Karo Gelar Bagi Bagi Takjil Kepada Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Karo juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi Gunung Sinabung dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dengan terjadinya erupsi pada Senin pagi, masyarakat di kawasan sekitar Sinabung diingatkan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan serta tidak mengabaikan setiap rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan petugas.

Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan terbaru dari sumber resmi karena kondisi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. (Son)