SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Cangkir Dampit Angkat Kopi Robusta Malang hingga Tembus Pasar Arab Saudi

×

Cangkir Dampit Angkat Kopi Robusta Malang hingga Tembus Pasar Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

MALANG (MAWARTA) – Kopi Robusta asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Melalui merek Cangkir Dampit, kopi lokal hasil kemitraan dengan petani kini tidak hanya dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar internasional hingga Arab Saudi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Owner Cangkir Dampit, Ramadani Damara Ardiansyah, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2015 tersebut dibangun dengan menjalin kemitraan langsung bersama para petani kopi di Kecamatan Dampit.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bertujuan menjaga kualitas hasil panen, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui edukasi mengenai standar kopi berkualitas, termasuk kategori Fine Robusta.

“Kami mengambil kopi langsung dari petani, kemudian memberikan pendampingan mengenai standar kopi yang layak, termasuk untuk kategori Fine Robusta. Jadi kami membangun hubungan langsung dengan petani tanpa sistem koperasi ataupun kontrak formal,” ujar Ramadani, Minggu (12/7/2026).

Pada awal berdiri, Cangkir Dampit hanya memasarkan biji kopi sangrai (roast bean) dan kopi bubuk ke sejumlah kedai kopi di Kota Malang. Seiring meningkatnya permintaan, pada 2016 usaha tersebut membuka kedai pertama di kawasan Janti, Kota Malang, sebelum akhirnya membuka kedai di Kecamatan Dampit pada 2018.

BACA JUGA:  Identifikasi Potensi Kerawanan Perlintasan Sebidang, Baltek Perkeretaapian, Dishub Sumut dan DPRD Batu Bara Tinjau Jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung

Kehadiran kedai di daerah asal kopi tersebut menjadi upaya memperkuat identitas Kopi Dampit sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat yang ingin menikmati cita rasa kopi khas wilayah tersebut.

Saat ini, kebutuhan pasokan kopi untuk berbagai mitra usaha mencapai sekitar 500 kilogram setiap bulan, baik jenis Arabika maupun Robusta. Produk tersebut dipasok ke sejumlah kedai kopi di Malang, seperti Kopi Surabaya, Kobu, hingga Bachelor Kopi.

Ramadani menjelaskan seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri, mulai dari penanganan pascapanen, proses roasting, hingga penyeduhan. Pihaknya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mempelajari proses pengolahan kopi dari hulu hingga hilir.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui program hilirisasi, terutama dalam membantu pelaku usaha memperluas akses pasar agar kopi lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Rizal yang turut mengelola Cangkir Dampit mengatakan bahan baku kopi diperoleh dari sejumlah wilayah di Kecamatan Dampit, seperti Desa Sukodono, kawasan lereng Semeru, hingga Plupuk. Sebelum diproses, seluruh biji kopi diseleksi untuk menghasilkan kualitas dan cita rasa terbaik.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Kerja Sama dengan Arab Saudi Gelar Kegiatan Sosial Operasi Jantung

Menurut Rizal, Robusta Dampit masih menjadi produk yang paling diminati konsumen karena memiliki karakter rasa yang kuat dan khas dibandingkan jenis lainnya.

Selain dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi, kopi produksi Cangkir Dampit juga telah dibawa hingga Arab Saudi sebagai oleh-oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Malang.

Saat ini Cangkir Dampit mempekerjakan sekitar 15 karyawan, termasuk dua barista. Dengan meningkatnya permintaan pasar, pelaku usaha berharap Kopi Dampit semakin dikenal luas sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Malang di pasar nasional maupun internasional.

(*)