Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan monitoring dan pengecekan fasilitas distribusi gas bumi di area infrastruktur energi nasional. PGN terus memperkuat keandalan operasional serta pengembangan bisnis gas bumi guna mendukung ketahanan dan transisi energi Indonesia.
JAKARTA (MAWARTANEWS) — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD 172,29 juta atau setara sekitar Rp3,04 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 22 Mei 2026.
Nilai dividen tersebut setara 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Tahun Buku 2025 sebesar USD 215,36 juta, dengan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.673 per dolar AS.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan keputusan mempertahankan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan Perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, PGN tetap berkomitmen menjalankan kebijakan dividen yang konsisten sembari menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan infrastruktur serta bisnis gas bumi nasional.
PGN menilai fundamental bisnis gas bumi domestik masih memiliki prospek jangka panjang yang positif, terutama seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menjaga keandalan operasional, PGN terus melakukan pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan LNG secara adaptif, optimalisasi infrastruktur, serta peningkatan efisiensi operasional dan keuangan.
“Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” tegas Fajriyah.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST PGN Tahun Buku 2025 juga menyepakati sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penggunaan laba bersih perusahaan, perubahan anggaran dasar, penetapan auditor, hingga penguatan tata kelola perusahaan dan pengembangan bisnis.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN saat ini mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi hilir nasional serta menguasai lebih dari 90 persen pasar niaga gas bumi di Indonesia. Perusahaan juga terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi Indonesia melalui pengembangan infrastruktur dan layanan energi gas bumi terintegrasi. (SON)













