CILEGON (MAWARTA) – Persoalan pengelolaan sampah di Indonesia mendorong berbagai pihak mencari cara baru agar proses pengumpulan, pencatatan hingga pengelolaan bank sampah dapat berjalan lebih efisien.
Digitalisasi pun mulai digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Salah satu inovasi tersebut dikembangkan melalui aplikasi berbasis web Net Zero Trash (Netrash) yang diimplementasikan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) bersama Forum Bank Sampah Kota Cilegon.
Program yang berlangsung di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, tersebut diketuai Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, S.Si., M.Si., dan mengimplementasikan hasil riset Intan Oktafiani, S.Kom., M.T.
Netrash dirancang untuk membantu pengelola bank sampah dalam menjalankan administrasi secara digital, terutama pada pencatatan transaksi, pengelolaan saldo nasabah dan transparansi data.
Ketua Tim PkM, Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, mengatakan digitalisasi dibutuhkan karena sebagian bank sampah masih menghadapi kendala dalam proses administrasi manual.
“Banyak bank sampah masih mengandalkan pencatatan manual sehingga rentan terjadi kesalahan transaksi maupun perhitungan saldo nasabah. Melalui Netrash, proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga pengelola dapat lebih fokus meningkatkan layanan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ujar Dr. Zaki.
Menurutnya, Netrash tidak hanya dikembangkan untuk membantu pengelola mencatat aktivitas bank sampah. Aplikasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Bagi pengurus bank sampah, inovasi digital juga dinilai dapat memberikan perspektif baru bahwa aktivitas pengelolaan sampah memiliki potensi untuk dikelola secara lebih profesional.
Mahsunah, pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Gebrak 05, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Universitas Pertamina. Menurutnya, kehadiran inovasi dan pendampingan tersebut memberikan semangat baru bagi para pengelola bank sampah.
“Selama ini bank sampah sering dipandang sebelah mata. Padahal, melalui pendampingan dan inovasi seperti Netrash, kami semakin yakin bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi,” kata Mahsunah.
Program tersebut mendapat dukungan Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Tahun 2026. Tim Universitas Pertamina akan melanjutkan pengembangan Netrash agar fitur dan sistemnya dapat menyesuaikan kebutuhan pengelolaan bank sampah yang terus berkembang.
Bagi Universitas Pertamina, penerapan Netrash menjadi bagian dari upaya membawa hasil penelitian keluar dari lingkungan akademik agar dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan penerapan Netrash menunjukkan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi solusi digital yang memberikan manfaat langsung.
“Netrash menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ichsan.
Ia menambahkan, Universitas Pertamina mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pengembangan bidang Software and Application Development di Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Pertamina berharap semakin banyak inovasi digital yang dapat diterapkan dan memberikan dampak berkelanjutan.
Kehadiran Netrash di Cilegon menjadi salah satu gambaran bahwa transformasi digital tidak hanya menyentuh sektor bisnis dan pemerintahan. Pengelolaan sampah berbasis komunitas pun mulai mendapat ruang untuk memanfaatkan teknologi guna membangun sistem yang lebih tertata, transparan dan efisien.















