GARUT – Usai libur panjang memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih, ratusan warga memadati Kantor Samsat Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (31/5/2025).
Antusiasme masyarakat, khususnya warga Kabupaten Garut, terhadap program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui Bapenda Jabar sejak 20 Maret 2025 lalu, masih sangat tinggi.
Warga datang untuk mengurus berbagai administrasi kendaraan, mulai dari pembayaran pajak, pengecekan kendaraan, hingga bea balik nama (BBN). Alhasil, antrean panjang tampak di berbagai area, mulai dari lokasi fotokopi, cek fisik kendaraan, hingga ruang layanan di dalam gedung.
Namun, dibalik antusiasme tersebut, masih ditemukan kondisi antrean yang semrawut. Banyak wajib pajak (WP) terpaksa menunggu sambil berdiri, bahkan duduk di lantai karena keterbatasan fasilitas tempat duduk.
Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Garut, Ervin Yanuardi Effendi, mengakui adanya peningkatan pengunjung sejak program pemutihan dimulai.
“Memang terjadi anomali di tempat layanan, khususnya di Samsat Induk. Untuk mengatasinya, kami membuka layanan tambahan di empat Samsat Outlet, yaitu di Pameungpeuk, Limbangan, dan Cikajang, serta menghadirkan Samades (Samsat Masuk Desa) di Wanaraja,” kata Ervin.
Selain itu, layanan juga tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang bekerja sama dengan Pemkab Garut. “Kami juga mengoperasikan satu unit mobil Samsat Keliling, dan menghadirkan layanan Samsat Digital Mandiri di Citimall,” jelasnya.
Ervin menyebutkan, diantaranya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi gangguan, termasuk mengaktifkan dengan sistem nomor antrean sebanyak 400 nomor per hari khusus cek fisik serta pengaturan alur antrean di luar SOP.
“Kami juga menyediakan toilet portable, penambahan tenda dan kursi di area luar lobi, serta penambahan 45 unit kursi baru di dalam lobi untuk memaksimalkan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Menangapi minimnya kursi yang tersedia, Ervin mengungkapkan adanya kebiasaan unik dari sebagian pengunjung.
“Sering kali petugas kami mempersilakan warga untuk duduk di kursi yang kosong, tapi mereka lebih memilih duduk di lantai atau tempat lain yang menurut mereka lebih nyaman,” katanya.
Meski begitu, Ervin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan.
“Kami sebagai pelayan masyarakat terus berupaya maksimal, sambil berjalan, memperbaiki kekurangan yang ada,” tutupnya. (Sugiyanto)













