SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Jalan Perintis Kemerdekaan Galang Rusak Parah, Debu Picu ISPA dan Warga Desak Pemprov Sumut Bertindak

×

Jalan Perintis Kemerdekaan Galang Rusak Parah, Debu Picu ISPA dan Warga Desak Pemprov Sumut Bertindak

Sebarkan artikel ini
jalan perintis kemerdekaan galang rusak parah
Kendaraan melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Galang, Deli Serdang, yang dipenuhi lubang dan kubangan lumpur. (Foto: Mawarta/Ist)

Galang (MAWARTA) – Jalan Perintis Kemerdekaan di Kota Galang, Kabupaten Deli Serdang, tak lagi sekadar rusak. Bagi warga, ruas jalan utama itu kini berubah menjadi sumber ancaman kesehatan.

Lubang menganga di berbagai titik. Saat hujan turun, badan jalan menjelma kubangan lumpur pekat. Ketika kemarau datang, debu tebal beterbangan, menyelimuti rumah warga hingga masuk ke ruang-ruang tidur.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dampaknya mulai terasa nyata. Warga melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak. Debu dari permukaan jalan yang hancur dan mengering setiap hari terhirup tanpa henti.

“Anak-anak kami batuk berkepanjangan. Setiap hari menghirup debu. Jalan ini bukan cuma rusak, tapi sudah jadi sumber penyakit,” ujar Juli, aktivis perempuan sekaligus warga setempat, Sabtu (21/2/2026).

Dua Tahun Tanpa Kepastian

Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan disebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun menurut warga, hampir dua tahun kerusakan dibiarkan tanpa perbaikan signifikan.

BACA JUGA:  Bupati Surya Pimpin Rakorpem Bulan April 2023

Aksi protes bahkan sempat dilakukan masyarakat, namun hingga kini belum ada realisasi konkret.

“Kami sudah pernah turun ke jalan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Apa harus menunggu korban bertambah dulu baru diperbaiki?” kata Juli dengan nada kecewa.

Kerusakan jalan disebut semakin parah akibat lalu lintas truk bertonase besar yang melintas tanpa pembatasan. Beban kendaraan berat menggerus lapisan aspal yang rapuh, membuat permukaan jalan semakin remuk.

Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Setiap hari mereka menghadapi dua ancaman: lumpur licin yang membahayakan pengendara saat hujan, serta debu pekat yang mengganggu pernapasan saat kemarau.

Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengambil langkah konkret, mulai dari pembatasan kendaraan bertonase berat, perbaikan darurat untuk mengurangi debu dan lumpur, hingga jadwal rehabilitasi permanen yang jelas.

BACA JUGA:  Bupati Karo Hadiri Pembukaan Groundbreaking Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara

Warga juga menyoroti kurangnya respons dari pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan yang dinilai belum menunjukkan langkah koordinatif yang kuat.

Jalan Perintis Kemerdekaan seharusnya menjadi nadi ekonomi Galang. Namun kini, ia berubah menjadi simbol pembiaran yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini bukan lagi soal aspal yang retak, tetapi soal kualitas hidup bahkan nyawa warga Kota Galang. (Hoko)