MEDAN (Mawarta) – Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan konsultasi langsung dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara terkait Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang menjadi salah satu faktor penting dalam perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Kepala Bapperida Mariani, dan Kepala Dinas PUPR Tety Juliani Siregar di Kantor BPS Sumut, Medan, Senin (8/6/2026).
Rombongan diterima langsung Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra.
Dalam pertemuan itu, Muhammad Fadly Abdina mengatakan konsultasi dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait teknis penetapan IKK Kota Tanjungbalai serta faktor-faktor yang memengaruhi perhitungannya.
Menurutnya, data mengenai harga material konstruksi, bahan pabrikan, upah tenaga kerja, hingga biaya sewa alat berat menjadi komponen penting dalam penentuan nilai IKK.
“Tujuan pertemuan ini untuk mengevaluasi dan menyinkronkan berbagai data yang memengaruhi Indeks Kemahalan Konstruksi karena berkaitan dengan besaran dana transfer pusat ke daerah,” ujarnya.
Fadly menjelaskan, IKK memiliki pengaruh terhadap perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) yang menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN.
Berdasarkan data yang dibahas, nilai IKK Kota Tanjungbalai mengalami penurunan dari 94,78 poin pada tahun 2024 menjadi 94,46 poin pada tahun 2025 atau turun sebesar 0,32 poin.
Penurunan tersebut diperkirakan dapat memengaruhi besaran alokasi DAU yang diterima Kota Tanjungbalai pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Karena itu, Pemko Tanjungbalai berharap memperoleh arahan dan pendampingan dari BPS Sumut agar data yang digunakan dalam perhitungan IKK dapat tersaji secara akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Menurut Fadly, data statistik yang valid menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).
“Kolaborasi dengan BPS sangat penting agar arah pembangunan daerah didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Kurniawan)















