SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

IN-APPS 2026 Resmi Diluncurkan, APTIKNAS Dorong Indonesia Jadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital

×

IN-APPS 2026 Resmi Diluncurkan, APTIKNAS Dorong Indonesia Jadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital

Sebarkan artikel ini

Tangerang (MAWARTA) – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia resmi meluncurkan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 melalui agenda soft launching di Sinar Mas Land Experience Center, BSD City, Tangerang, Rabu (8/7/2026).

Mengusung tema “Application as the New Engine of Creative Economy Growth”, IN-APPS 2026 menjadi forum kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi informasi, startup, investor, akademisi, asosiasi, komunitas digital, hingga media untuk memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan subsektor aplikasi kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor ini menjadi penyumbang investasi terbesar di sektor ekonomi kreatif sepanjang 2025.

Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, SH atau Hoky, menyambut baik penyelenggaraan IN-APPS 2026. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat lahirnya industri aplikasi digital nasional yang inovatif dan mampu bersaing di tingkat global.

BACA JUGA:  Kerjasama PGN dan Patra Jasa dalam Pengembangan Jargas

“Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar teknologi menjadi produsen inovasi digital. Kita harus melahirkan lebih banyak software house, startup teknologi, perusahaan Artificial Intelligence (AI), serta produk digital karya anak bangsa yang mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Hoky.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari besarnya transaksi digital atau jumlah pengguna internet, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menciptakan teknologi sendiri, memperluas ekspor perangkat lunak, dan menghasilkan kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi.

Sebagai asosiasi yang menaungi lebih dari 2.000 perusahaan anggota di 31 kota di Indonesia, APTIKNAS menyatakan siap mendukung pemerintah melalui penguatan talenta digital, business matching, pengembangan inovasi, hingga perluasan penggunaan aplikasi buatan dalam negeri.

Hoky juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan IN-APPS 2026 sebagai titik awal lahirnya gerakan nasional untuk memperkuat industri aplikasi digital Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. (Tison)