Jayapura (MAWARTA) – Insiden dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, Rabu malam (25/2/2026).
Seorang dokter dan seorang perawat yang sedang bertugas dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh keluarga pasien.
Direktur RSUD Yowari, Drg. Maryen Braweri, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi media.
Ia menyatakan insiden telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“IGD tetap buka, saat ini pelayanan tetap jalan. Saat ini lagi di kantor polisi buat laporan polisi atas pemukulan dokter dan perawat,” ujarnya melalui pesan singkat.
Maryen juga membantah informasi yang menyebut IGD sempat ditutup pascakejadian.
Menurutnya, layanan gawat darurat tetap beroperasi normal demi memastikan pasien yang membutuhkan pertolongan segera tetap mendapatkan pelayanan medis.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap serta motif yang memicu dugaan penganiayaan tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Identitas korban maupun terduga pelaku belum dipublikasikan secara rinci menunggu keterangan resmi.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan keselamatan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan publik, khususnya di ruang IGD yang kerap menghadapi situasi darurat dan tekanan emosional dari keluarga pasien. (*)













