SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Ungkap Tantangan Pendidikan dan Siapkan Langkah Perbaikan

×

Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Ungkap Tantangan Pendidikan dan Siapkan Langkah Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Deliserdang (MAWARTA) – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mengungkap kondisi terkini dunia pendidikan sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Pendidikan bermutu harus menjadi gerakan bersama. Pendidikan harus mampu membentuk generasi unggul,” ujarnya saat memimpin upacara Hardiknas di Alun-alun Pemkab Deli Serdang, Sabtu (2/5/2026).

Dalam paparannya, Bupati mengungkap sejumlah indikator pendidikan yang masih perlu perhatian. Pada 2025, skor literasi tingkat SD tercatat 55,69 dan numerasi 48,64, sementara di tingkat SMP literasi mencapai 67,92 dan numerasi 60,74. Angka tersebut dinilai masih di bawah standar kompetensi minimum.

Ia menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya pada angka capaian, melainkan kualitas proses belajar di ruang kelas.

BACA JUGA:  Konflik Tebang Kayu Hingga Drama Balap Liar di Desa Kuta Tengah, Namorambe

“Sekolah harus fokus pada kemampuan bernalar. Kita masih menemukan siswa yang belum bisa membaca, ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Selain itu, kondisi sarana pendidikan juga menjadi sorotan. Dari total 5.965 ruang kelas sekolah negeri, sebanyak 906 ruang mengalami kerusakan berat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, hingga rehabilitasi sarana prasarana dengan dukungan pendanaan dari APBN, APBD, provinsi, CSR, dan partisipasi masyarakat.

Upaya peningkatan akses pendidikan juga dilakukan melalui program regrouping sekolah. Sepanjang 2025, sebanyak 32 SD telah diregrouping, dan pada 2026 direncanakan bertambah menjadi 39 SD.

Di sisi lain, dukungan kepada siswa terus diperkuat melalui pemberian beasiswa kepada 900 siswa SD, 3.551 siswa SMP, serta 670 peserta pendidikan nonformal, disertai bantuan perlengkapan sekolah.

Dalam aspek tata kelola, Pemkab Deli Serdang mendorong peningkatan disiplin tenaga pendidik melalui penerapan jam kerja 37,5 jam per minggu dan kewajiban mengajar 27 jam. Sistem presensi online juga mencatat tingkat kehadiran guru mencapai 96,4 persen.

BACA JUGA:  Perjudian Mesin Tembak Ikan Menimbulkan Keresahan di Kecamatan Biru-Biru Deli Serdang

Komitmen integritas turut diperkuat melalui penerapan pakta integritas anti gratifikasi yang melarang guru menerima hadiah dari orang tua atau wali murid.

Sementara itu, peningkatan kualitas lingkungan belajar dilakukan melalui program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah), yang mencakup pencegahan bullying, kantin sehat, kegiatan religius, hingga program Adiwiyata yang kini diikuti 350 sekolah.

“Melalui momentum Hardiknas ini, mari kita lakukan pembenahan menyeluruh demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkas Bupati.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, Ketua TP PKK Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan, Sekretaris Daerah Dedi Maswardy, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah lainnya. (Hoko)