SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Wabup Deli Serdang Lepas 562 Calon Haji, Pesan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah

×

Wabup Deli Serdang Lepas 562 Calon Haji, Pesan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah

Sebarkan artikel ini
Lom Lom Suwondo menyerahkan tepung tawar kepada calon jemaah haji Deli Serdang dalam kegiatan manasik haji 2026 di Lubuk Pakam. (Foto: Istimewa)

Deli Serdang (MAWARTA) –  Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, membuka kegiatan tepung tawar dan manasik bagi 562 jemaah calon haji tahun 1447 H/2026 M di Lubuk Pakam, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan spiritual dan teknis sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan yang digelar di Grha Bhineka Perkasa Jaya tersebut diikuti oleh 562 calon haji, terdiri dari 221 laki-laki dan 341 perempuan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deli Serdang, Faisal Rahman Panjaitan, menyampaikan bahwa para jemaah akan didampingi 12 petugas haji dalam Kloter 10 dan Kloter 15.

Dalam sambutannya, Wabup Lom Lom Suwondo menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang patut disyukuri.

“Kami yakin Bapak dan Ibu yang berangkat adalah orang-orang pilihan. Jika sudah kehendak-Nya, tidak ada yang mampu menghalangi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jalan Bagaikan Kolam Ikan, Warga Meminta Kepada Kades Mencari Jalan Keluar, Riswan Sembiring : Mari Kita Cari Solusi Bersama

Wabup juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan diri secara optimal agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.

Selain itu, ia menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan Kabupaten Deli Serdang di tempat-tempat mustajab selama menjalankan ibadah haji.

“Mudah-mudahan Bapak dan Ibu berkenan mendoakan daerah ini agar semakin maju dan para pemimpinnya mampu menjalankan amanah dengan baik,” ucapnya.

Kegiatan tepung tawar dan manasik haji ini menjadi tahapan penting dalam membekali calon jemaah, baik dari sisi spiritual maupun pemahaman teknis pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. (Hoko)