SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv gelar Sosialisasi Mengenai BGN di Bandung, Ini Tujuannya

×

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv gelar Sosialisasi Mengenai BGN di Bandung, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rajiv menggelar sosialisasi mengenai Badan Gizi Nasional (BGN), di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu (4/3/2026).

Bandung (MAWARTA) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rajiv menggelar sosialisasi mengenai Badan Gizi Nasional (BGN), di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu (4/3/2026).

Dalam kegiatan sosialisasi mengenai BGN di Baleendah, Rajiv turun bersama mitra kerjanya di Komisi IV dan IX DPR RI.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya bekerja sama dengan teman satu Fraksi di Komisi IX (DPR RI) menghadirkan sosialisasi mengenai BGN (Badan Gizi Nasional), tujuannya adalah agar masyarakat lebih mengetahui apa itu BGN, apa itu fungsinya BGN, dan apa manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Rajiv.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mengatakan, bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan cita-cita mulia dari Presiden Prabowo Subianto yang harus dikawal bersama.

“Ini cita-cita mulia dari Presiden Prabowo yang harus kita kawal bersama, dah kita sama-sama tahu masih banyak juga banditnya di Kabupaten Bandung,” kata Rajiv.

BACA JUGA:  Walikota Bandung Resmikan Puskesmas 24 Jam, Ini Harapan Ketua DPRD

Rajiv juga menyebut, masih banyak Yayasan yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai spesifikasi dalam pelaksanaannya.

“Masih banyak yayasan-yayasan nakal yang tidak sesuai dengan spesifikasinya, jadi dengan kita mengundang dari selain mitra saya yang ada di Komisi IV dan Komisi IX, dari tadi saya sudah kasih tahu ini nama yayasannya, adanya di mana, di mana, di mana, tolong diverifikasi, kalau ini terbukti (melanggar) dicabut aja dapurnya,” kata Rajiv.

“Masih banyak masyarakat, masih banyak pengusaha-pengusaha lokal yang bisa mampu membuat dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) ini secara baik dan mulia,” ujar Rajiv.

Rajiv mengatakan, Sataun Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dikelola sesuai spesifikasi sudah mendapatkan keuntungan.

“Kerja benar aja ada untungnya kok, (jadi) nggak usah macam-macam. Dan para pekerjanya ya, kalau satu dapur 50 ya jangan 5 lah, orang lokalnya minimal 50 persennya. Benar itu tadi disampaikan,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Arus Mudik Lebaran, Kondisi di Jalur Bandung-Garut masih Gelap dan Berlubang

Karena fungsi dari program (Makan Bergizi Gratis) ini, lanjut Rajiv, salah satunya kan menyerap tenaga kerja.

“Lah kalau tenaga kerja lokalnya nggak mampu, nggak bisa, ya diajarin dulu biar mampu. Semua juga kalau diajarin pasti bisa,” pungkas Rajiv.