SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Ahmad Syahroni : Kemana Jati Diri Pelajar ?

×

Ahmad Syahroni : Kemana Jati Diri Pelajar ?

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, DAIRI |

Pelajar adalah Subjek terpenting sebagai pemeran utama dan garda terdepan terhadap kondisi Pendidikan di Indonesia.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pola fikir Maju yang dimiliki para Pelajar tentu menjadi tempat menaruh harapan demi Bangsa yang maju.

“Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, demikian potongan bunyi kalimat pada pembukaan UUD 1945 yang seakan memberikan gambaran bahwa Generasi di masa akan datang benar-benar lahir manusia-manusia cerdas yang akan membangun bangsa ini.

Begitu harapannya Bukan?

Akan tetapi Apakah Kita sadar bahwa harapan demi harapan yang sudah di rancang sedemikian rupa sebenarnya belum sesuai dengan yang di angan-angankan?

Apakah kita sadar bahwa Pelajar hari ini dengan hari semalam benar-benar jauh dari kesamaan?

Ahmad syahroni, S.Ag selaku Sekretaris Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah Kab. Dairi yang juga seorang Tenaga pendidik di salah satu sekolah Swasta di Kabupaten Dairi, memandang Jati Diri Pelajar hari ini benar-benar kian hilang dari peradaban.

BACA JUGA:  Pentingnya Menjaga Aturan di Tanah Suci: Panduan Bagi Jemaah Haji Indonesia

Dahulu, rasa hormat yang dimiliki Pelajar terhadap Guru rasa-rasanya menjadi Pakaian sehari-hari di Dunia Pendidikan.

Hari ini, Kemana rasa hormat itu?

Dahulu, etika dan Sopan santun menjadi Kehidupan sehari-hari yang dimiliki Pelajar di Sekolah.

Sekarang kemana Pelajar yang penuh dengan Etika itu?

Miris bukan?

Era digital yang serba praktis hari ini seharusnya menjadikan Pelajar lebih produktif dan enggan bermalas-malasan guna mewujudkan Generasi yang cerdas dibarengi Etika dan Akhlak.

Lagi lagi itu harapannya….

Rasa peduli tentu satu diantara solusi yang ditawarkan guna mengembalikan Jati Diri Pelajar sebagaimana yg diharapkan.
Peran Guru saja tidak cukup, justru peran terbesar terletak pada rasa Peduli dari Orang Tua. Mirisnya bahkan Orang Tua sendiri pun turut menjadi Pelaku tergerusnya Jati diri Pelajar.

BACA JUGA:  Gubernur Edy Rahmayadi Tanam Cabai Merah di Dairi

Contoh kecil pembiaran tanpa pembatasan main Gadget kepada anak yang terbilang baru saja menginjakkan kaki di bangku sekolah. Pelajar-pelajar dini seperti ini seharusnya usia yang terbilang sangat tepat menanamkan nilai-nilai etika dan akhlak kepada anak.

Hari ini Gadget sukses menjadi penjajah terbesar dalam merongrong para Pelajar dengan melahirkan Gadget keluaran terbaru.

Mari selamatkan Para Pelajar.
Mari kembalikan Jati diri Mereka.
Mari tingkatkan Kepedulian terhadap Mereka.

Penulis : Ahmad syahroni