MAWARTANEWS.com – Pembangunan pengembangan prasarana objek wisata di Puncak Pelangkah Gading desa Kutabaru Kecamatan Munte Kabupaten Karo disoroti elemen masyarakat.
Pasalnya proyek fisik anggaran dana alokasi khusus tahun 2021 senilai 4 miliar lebih ini pencapaian hasilnya yang mengecewakan dan terkesan asal jadi.

Demikian juga kondisi pembangunan fisik untuk teater dan panggung kurang baik baru satu tahun dibuat panggung permanen sudah retak dan lantainya anjlok beberapa cm saat ini di sekitar panggung dan teater dipenuhi semak belukar, ujar Telah Purba saat menelusuri lokasi.
Sherly Sinaga juga merupakan salah seorang elemen masyarakat mengungkapkan kekecewaannya saat berkunjung dan menelusuri lokasi wisata puncak pelangkah gading.
Sebagai pemerhati masyarakat karo sangat kecewa karena pembangunan puncak Pelangkah Gading ini dibangun tahun 2021 kalau dilihat sampai saat ini kami merasa ini mangkrak pembangunannya, ujar Sherly.
Saat dikonfirmasi ke dinas pariwisata melalui Kepala bidang pariwisata Disbudporapar kabupaten Karo Indra Tarigan mengatakan bahwa potensi puncak pelangkah gading ini merupakan aset badan usaha milik Desa Kuta Baru kemudian dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Karo untuk pengembangan destinasi wisata.
Dikatakannya terdapat tiga item kegiatan fisik dengan anggaran dari dana alokasi khusus APBN tahun 2021 senilai 4 miliar lebih yaitu tempat parkiran pelajar area pengunjung dan panggung teater.
Indra menjelaskan kondisinya seperti saat ini karena tidak adanya anggaran pemerintah kabupaten Karo untuk perawatan. (Juliver L)













