MEDAN (MAWARTA) – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Anugrah Indonesia menggelar Wisuda Sarjana Teologi dan Pascasarjana (Magister Teologi) dengan mengusung tema “Equipping Servant Leaders for Global Impact”, Sabtu (25/7/2026).
Momentum wisuda tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya proses akademik para mahasiswa, tetapi juga menjadi pengutusan bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan panggilan mereka di tengah masyarakat.
Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Ketua STT Anugrah Indonesia Surabaya, ditekankan bahwa pendidikan teologi tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, kepemimpinan, serta tanggung jawab dalam melayani.
Melalui tema “Equipping Servant Leaders for Global Impact”, para lulusan diingatkan mengenai tiga nilai utama yang harus diwujudkan dalam kehidupan, yakni perlengkapan (equipping), kepemimpinan yang melayani (servant leaders), dan memberikan dampak bagi dunia (global impact).
Disebutkan bahwa ilmu yang diperoleh selama masa studi hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan diwujudkan dalam pelayanan yang membawa manfaat bagi sesama.
Selain itu, para lulusan juga diajak memahami bahwa kepemimpinan sejati bukan ditentukan oleh jabatan ataupun kedudukan, melainkan oleh kerendahan hati, integritas, dan kesediaan untuk melayani sebagaimana teladan Yesus Kristus.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa dampak global tidak selalu berarti harus berkarya di luar negeri. Setiap lulusan diharapkan mampu menjadi terang dan garam di mana pun mereka ditempatkan, baik sebagai pelayan gereja, pendidik, pemimpin komunitas, profesional maupun pelaku usaha.
Perwakilan Ketua STT Anugrah Indonesia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengejar karier, tetapi menemukan panggilan hidup yang dapat memberi makna dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para orang tua, keluarga, gereja, dosen, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan para wisudawan hingga berhasil menyelesaikan studinya.
Mengakhiri sambutannya, seluruh lulusan diajak untuk terus menjaga iman, hidup dalam integritas, tetap rendah hati, serta menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat sebagai bekal menjalani pengabdian di masa mendatang. (Hoko)















