Jakarta (MAWARTA) – Indonesia tengah berkomitmen menekan emisi gas rumah kaca hingga 31,89 persen secara mandiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030.
Namun, kebutuhan tenaga kerja hijau (green jobs) yang semakin meningkat masih dihadapkan pada minimnya keterampilan hijau (green skills) di kalangan angkatan kerja nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) berkolaborasi dengan PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) meluncurkan program pemagangan unggulan STRIVE (Sustainability Talent Readiness through Innovative & Valuable Experience).
Program ini resmi diperkenalkan melalui seremoni penandatanganan kerja sama di Graha PertaMC, Jakarta, pada 4 September 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPER, Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU, serta Plt. Direktur Utama PertaMC, Agus Sujono.
“Program STRIVE adalah wujud kolaborasi ideal antara industri dan institusi pendidikan dalam menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi transformasi energi. Mahasiswa tidak hanya dibekali keunggulan akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri energi,” jelas Prof. Rudy dalam keterangan persnya, Rabu (24/9).
STRIVE dirancang memadukan pembelajaran teknis dan nonteknis. Pada aspek teknis, mahasiswa akan mempelajari pengembangan infrastruktur energi fosil sekaligus energi baru terbarukan.
Sedangkan pada aspek nonteknis, peserta memperkuat keterampilan komunikasi, kepemimpinan, hingga kerja tim—kompetensi yang masih dinilai lemah oleh banyak perusahaan di Indonesia.
Menurut data Kementerian PPN/Bappenas, kebutuhan tenaga kerja hijau diproyeksikan meningkat dari 56 juta orang pada 2025 menjadi 72 juta orang pada 2029.
Namun, tenaga kerja dengan keterampilan hijau saat ini baru sekitar 3,7 juta orang atau 2,6 persen dari total angkatan kerja.
Plt. Direktur Utama PertaMC, Agus Sujono, menegaskan bahwa STRIVE adalah investasi jangka panjang untuk mendukung agenda dekarbonisasi Pertamina.
“Bersama Universitas Pertamina, kami berkomitmen melahirkan generasi muda yang berintegritas, inovatif, dan mampu mendorong transformasi energi berkelanjutan sesuai strategi Pertamina Group dan Asta Cita Pemerintah,” ujarnya.
Agus menambahkan, kebutuhan talenta hijau semakin mendesak seiring berbagai proyek Pertamina, mulai dari konversi kilang menuju green refinery, pengembangan teknologi carbon capture storage, hingga ekspansi energi terbarukan.
Sebanyak 10 mahasiswa terbaik Universitas Pertamina telah lolos seleksi awal untuk mengikuti program STRIVE.
Mereka dipilih berdasarkan IPK minimal 3,00, rekam jejak organisasi, serta pengalaman akademik maupun non-akademik. Para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif langsung dari mentor industri.
Dengan hadirnya program STRIVE, Universitas Pertamina bersama PertaMC diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan energi berkelanjutan sekaligus menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja hijau di Indonesia. (Son)













