SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMI

Universitas Pertamina Dorong 11 Startup Kembangkan Solusi Kimia Hijau untuk Industri

×

Universitas Pertamina Dorong 11 Startup Kembangkan Solusi Kimia Hijau untuk Industri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (MAWARTA) – Sebanyak 11 startup terpilih mengikuti tahap final dan demo day Greenovate Startup Accelerator 2026 setelah menyisihkan 130 pendaftar dalam program yang mendorong pengembangan inovasi berbasis kimia hijau.

Program tersebut merupakan bagian dari GreenLink: Greenovate Startup Accelerator Final and Demo Day yang digelar Universitas Pertamina (UPER) melalui Global Green Chemistry Innovation and Network Programme (GGINP) Indonesia bersama Yale University dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Jumat (25/9/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, itu mempertemukan startup dengan pelaku industri, investor, pemerintah, akademisi serta mitra internasional untuk membuka peluang pengembangan bisnis dan mempercepat penerapan prinsip kimia hijau di sektor industri.

Project Director GGINP Indonesia sekaligus Dosen Teknik Elektro Universitas Pertamina, Ir. Teuku Muhammad Roffi, Ph.D., mengatakan program Greenovate Startup Accelerator dirancang untuk membantu startup memperkuat teknologi, kesiapan bisnis serta penerapan prinsip kimia hijau.

BACA JUGA:  KPPU Gelar Sidang Perdana Akuisisi NTT Docomo, Terindikasi Telat Notifikasi

“Pada tahun ini, Greenovate Startup Accelerator dirancang untuk membantu startup memperkuat inovasi berbasis kimia hijau sekaligus kapasitas pengembangan usahanya. Terdapat 130 startup yang mendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi dan pre-bootcamp, terpilih 11 peserta yang melanjutkan ke tahap final dan demo day,” jelas Roffi.

Sebelas startup yang lolos terdiri atas Aither, Angphot, Blue Forests, Econella, Fure, Mustav & Co., Organic Culture, Satuplatform, STB Pellet, Tarunira dan Zona Farm.

Startup tersebut mengembangkan beragam solusi dan model bisnis yang diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan, meningkatkan efisiensi sumber daya serta mendukung kebutuhan industri yang semakin mengarah pada praktik berkelanjutan.

Director of Global Green Chemistry Accelerator Program, Center for Green Chemistry and Green Engineering at Yale University, Onyeka Obiocha, mengatakan startup memiliki peran penting dalam mempercepat inovasi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, kemampuan startup untuk bergerak cepat dalam mengembangkan pendekatan baru dapat mendorong lahirnya material, produk dan proses industri yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan.

BACA JUGA:  Pertamina Sustainability Academy Bentuk SDM Mumpuni Untuk Capai Target Net Zero

Sementara itu, Chief Technical Advisor UNIDO, Salil Dutt, M.Tech., MBA, mengatakan inovasi kimia hijau berpotensi mendorong transformasi industri melalui efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan bahan berbahaya dan minimisasi limbah.

Ia menilai pengembangan inovasi tersebut perlu didukung akses terhadap proyek percontohan dan demonstrasi, kemitraan dengan industri, pembiayaan, penguatan kapasitas teknis dan bisnis serta regulasi yang mendukung.

Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra mengatakan GreenLink menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat hubungan antara pendidikan, riset, inovasi dan kebutuhan industri.

“GreenLink diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya wirausaha muda dan inovasi yang dapat mendukung transformasi industri berkelanjutan,” ujar Ichsan.

Program tersebut sekaligus memperkuat peran Universitas Pertamina dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dan Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan kampus serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. (Son)