MEDAN – Keresahan warga Sunggal, Kota Medan, kian memuncak menyusul dugaan kuat praktik prostitusi terselubung yang beroperasi di balik kedok panti pijat.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan masyarakat adalah panti pijat “Kusuk Sehat MTR” yang berada di Jalan Bunga Raya No.73 B, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Sumatera Utara.
Pada Kamis malam, 19 Juni 2025, tim investigasi awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi.
Hasilnya mencengangkan. Di tempat tersebut terlihat sekitar empat wanita berpakaian seksi seperti bikini dan daster tipis, berada di area pelayanan.
Bahkan, menurut sumber media, sempat terjadi penawaran layanan pijat dengan harga bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp400 ribu untuk layanan “full service” atau tidur bersama.
Sayangnya, aktivitas mencurigakan ini tidak sempat didokumentasikan karena adanya larangan pengambilan gambar di dalam lokasi.
“Jelas sekali, tapi di lokasi tidak diizinkan mengambil gambar,” ujar anggota tim investigasi.
Warga menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap keberadaan usaha tersebut. Selain diduga kuat menyediakan layanan seksual terselubung, legalitas izin usaha panti pijat ini pun dipertanyakan.
“Kami khawatir dampak moralnya pada generasi muda. Aktivitas seperti ini tidak bisa dibiarkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Beberapa warga menyebut bahwa lokasi tersebut menunjukkan tanda-tanda transaksi mencurigakan, aktivitas di luar jam operasional normal, dan tingginya lalu lalang pengunjung pria pada malam hari.
Ketiadaan pengawasan ketat dari aparat berwenang dituding sebagai penyebab suburnya praktik-praktik menyimpang di balik usaha pijat tersebut.
Warga mendesak Polsek Sunggal untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan menyeluruh.
Mereka berharap ada penindakan nyata terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan izin usaha kesehatan untuk praktik prostitusi.
Saat media mencoba mengonfirmasi kepada Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat S.H., M.H, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi.
Warga Sunggal kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan ini.
Investigasi yang transparan sangat diperlukan demi menjaga moralitas lingkungan dan keamanan generasi muda di Medan. (Rahmat)













