MAWARTANEWS.com, Karo – Baru berjalan sebulan pengerjaan, namun plank proyek wisata kuliner yang terbentang di jalur trotoar kota Berastagi Tanah Karo, sudah dicopot. awal pengerjaan masih ada terpampang plank, diketahui proyek itu menelan biaya Rp.2,3 Milyar.
Dari plank proyek yang sempat terbaca terpampang, penataan kuliner pasar kaget itu menghabiskan anggaran Rp 2.331.122.514.00 bersumber APBD Provsu tahun anggaran 2022. Pengerjaan proyek selama 120 hari kalender kerja itu dipercayakan kepada rekanan CV Gantari Bakti Konstruksi. Saat itu plank terpampang di ujung pengerjaan tak jauh dari gedung Bank Mandiri. Belum diketahui apa penyebabnya plank dicopot, apa dikarenakan ada tangan jahil atau memang unsur disengaja.
Menurut sejumlah pekerja mereka tak memahami tentang plank, mereka hanya bekerja sesuai yang ditugaskan pemborong. “Soal plank proyek kami tak tau, kami cuma bekerja” kata pekerja yang mengaku bernama Legimin ini saat ditemui di lokasi, Senin (12/9/22).
Menanggapi tak terlihatnya lagi plang, salah seorang rekanan mengaku hal itu sangat tidak diperbolehkan. “Plank proyek harus tetap terpampang sampai selesai masa pengerjaan. Tak boleh dicabut, jika memang hilang dicuri orang, harus diganti lagi. Jadi tak ada kesan ditutup tutupi” ujar rekanan yang enggan disebut namanya ini.
Sementara menurut sejumlah pedagang yang sudah tahunan bersenandung cari makan di pasar kaget, mengaku senang dan bangga dengan adanya proyek peremajaan itu. Setidaknya semakin berkelas, semakin menunjukkan eksistensinya, omzet jualan bakalan meningkat. Meski ruang gerak lapak jualan semakin dipersempit.
Di tempat yang sama, Rianto Sembiring Milala menyampaikan, saya sangat mendukung apa yang di laksanakan Pemerintah Provinsi Sumatara Utara terkait penataan wisata kuliner ini , tapi dibangunlah sesuai prosedur, jangan asal dibangun saja , jangan nanti anggarannya kurang lebih 2 milart tapi pengerjaannya asal jadi .
Dan satu lagi , terkait wisata kuliner yang di bangun Pemerintah ini sebetulnya tidak pas , kenapa tidak pas saya bilang , karena begitu banyaknya pedagang yang berjualan kuliner di sepanjang trotoar ini , satu pun tidak ada yang menjual kuliner khas Karo, jadi kedepannya , buatlah makanan khas Karo di Pasar Kaget Berastagi ini , jangan nanti Wisata Kuliner kita bilang , tapi tidak ada masakan khas Karo,” ucap Rianto .













