TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (8/9/2025). Apel ini diikuti para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat, lurah hingga kepala lingkungan se-Kota Tanjungbalai.
Dalam arahannya, Mahyaruddin terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada ASN yang hadir tepat waktu. Namun, ia juga menyoroti jumlah peserta apel kali ini yang menurun dibanding sebelumnya. Menurutnya, hal itu mencerminkan adanya penurunan etos kerja, disiplin, dan dedikasi.
“Harapan saya, mari kita jaga kondisi kota ini. Jangan mengundang perhatian berlebihan di media sosial, di warung, atau di tempat lainnya,” tegasnya.
Mahyaruddin menyinggung kondisi bangsa yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, sebagaimana disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi melalui zoom meeting beberapa hari lalu. Ia mengingatkan agar setiap kepala daerah, termasuk dirinya, menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing.
Selain itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus mewujudkan visi-misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
“Selama enam setengah bulan saya menjabat, saya minta seluruh ASN bekerja sesuai tupoksi, jauhi narkoba dan judi, baik langsung maupun online. Sayangi keluarga kita masing-masing. Jangan sampai ada ASN yang bermasalah dengan rumah tangganya,” ujarnya dengan nada tegas.
Tak hanya soal kedisiplinan, Mahyaruddin juga mengajak ASN untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Ia menyinggung upaya Pemko Tanjungbalai dalam mewujudkan predikat Kota Sehat melalui ajang Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional dari Kementerian Kesehatan.
“Kita harus membangun kepedulian bersama agar Tanjungbalai lebih sehat, baik dari lingkungan, kesehatan warga, maupun aspek lainnya,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Wali Kota mendorong ASN hingga kepala lingkungan untuk tetap bersemangat menggalakkan gotong royong di lingkungan masing-masing.
“Kita semua harus bisa berubah dan menyesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini. Kalau tidak, kita akan terus tertinggal dari daerah lain,” pungkas Mahyaruddin Salim. (Kurniawan)













