Deliserdang (MAWARTA) – Rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) Negeri 105347 Sidourip, Kecamatan Beringin dan UPT SPF SD Negeri 105343 Ramunia III, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, resmi rampung dan mulai dimanfaatkan.
Di SD Negeri 105347 Sidourip, pembangunan meliputi enam ruang kelas, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta satu ruang perpustakaan. Sementara di SD Negeri 105343 Ramunia III, rehabilitasi mencakup sembilan ruang kelas dan satu ruang perpustakaan.
Peresmian kedua sekolah tersebut dilakukan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, bersama anggota Komisi X DPR RI, Dr Sofyan Tan, Kamis (5/2/2026).
“Fasilitas ini dibangun dari uang rakyat, dana negara. Mari kita jaga bersama. Masa depan bangsa ditentukan dari apa yang kita berikan kepada anak-anak hari ini,” ujar Wabup dalam sambutannya.
Wabup menegaskan, rehabilitasi tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam memperkuat sektor pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.
Ia mengungkapkan, sebelum diperbaiki, kondisi kedua sekolah cukup memprihatinkan, mulai dari atap bocor hingga fasilitas yang tidak layak digunakan. Namun berkat dedikasi kepala sekolah, dukungan wali murid, serta dorongan dari DPR RI, perbaikan akhirnya dapat terealisasi.
Sementara itu, Dr Sofyan Tan menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan generasi muda.
“Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah karena miskin. Saya siap membantu melalui Program Indonesia Pintar, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK,” tegasnya.
Ia juga menargetkan dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi sekolah rusak di Kabupaten Deli Serdang, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman.
“Gedung sekolah yang baik, guru yang baik, akan melahirkan suasana belajar yang menyenangkan dan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan,” tambahnya.
Peresmian rehabilitasi dua sekolah tersebut diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Deli Serdang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, tenaga pendidik, dan masyarakat. (Hoko)













