SERGAI – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Serdang Bedagai (Sergai) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sergai, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (7/10/2025). Aksi itu menuntut evaluasi pelayanan RSUD Sultan Sulaiman pasca kasus dugaan malpraktik yang menewaskan seorang bayi beberapa waktu lalu.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat adu mulut antara Kasatpol PP Sergai, Wahyudi, dengan sejumlah pengunjuk rasa. Situasi sempat memanas dan nyaris berujung bentrok, namun berhasil diredam aparat Polres Sergai yang melakukan pengamanan di lokasi.
Koordinator aksi, Yudi Pratama, menegaskan bahwa kedatangan mereka kembali adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambannya tindak lanjut Pemkab Sergai.
“Janji Bupati pada aksi sebelumnya, 19 September 2025, untuk menindak tegas pihak RSUD Sultan Sulaiman belum ada bukti nyata. Jika tidak segera ditindak, kasus serupa bisa terulang lagi,” ujarnya.
Aksi turut didampingi kuasa hukum keluarga korban, PH Maruli Saragih, SH, MH, yang menegaskan pihaknya akan mengawal kasus hingga ada kejelasan hukum.
“Kami tidak akan berhenti sebelum ada keadilan. Evaluasi yang dijanjikan Bupati harus transparan dan nyata,” tegasnya.
Selain kasus bayi meninggal saat persalinan, massa juga menyinggung kematian Imelda Sabatini Sihombing (18), pasien BPJS asal Desa Gempolan, yang diduga salah diagnosa. Imelda dirawat 15 hari di RSUD Sultan Sulaiman dengan diagnosa awal wasir, namun kemudian meninggal di ICU pada 12 September 2025.
Pihak Pemkab Sergai melalui Zulfikar dari Kesbangpol sempat mengajak massa untuk berdialog di dalam kantor. Namun, massa menolak dan menuntut kehadiran langsung Bupati Darma Wijaya.
“Karena kasus ini sudah ditangani Polda Sumut, kita hormati proses hukum yang berjalan,” ujar Zulfikar di hadapan peserta aksi.
Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan seperti “Dokter Itu Penolong Kemanusiaan, Bukan Pembunuh Warga” dan “Copot Kepala Dinas Kesehatan Sergai Karena Lalai Menjamin Kesehatan Masyarakat.”
Hingga pukul 16.00 WIB, massa masih bertahan di depan Kantor Bupati Sergai dan menyatakan akan kembali dengan jumlah lebih besar apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. (*)













