BELAWAN (MAWARTA) – Waktu terus berjalan, namun harapan belum padam. Tim Search and Rescue (SAR) dari Kodaeral I kembali melanjutkan operasi pencarian seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026).
Korban diketahui bernama Christopher Rustam Muda Dua, mahasiswa semester II STFT St. Yohanes Pematangsiantar, yang berasal dari Kabil, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Hingga memasuki hari ketujuh pencarian, keberadaan korban masih belum ditemukan.
Operasi SAR dipusatkan dari Wisma Bahari, Tiga Raja, yang menjadi titik kendali sekaligus staging area tim di lapangan.
Sejak pukul 07.00 WIB, satu unit sea rider aluminium Marine 5083 diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa lima personel terlatih.
Tim dilengkapi dengan peralatan pencarian lengkap, mulai dari motor tempel 40 PK, pelampung, riding buoy, hingga perangkat selam dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Seluruh unsur ini dikerahkan untuk memaksimalkan penyisiran di perairan sekitar air terjun yang dikenal memiliki arus kuat dan kontur dasar yang menantang,” ujar Kadispen Kodaeral 1 Kolonel Wahyu Kurniawan.
Adapun personel yang terlibat dalam operasi ini antara lain Serka Esa Lumbansiantar, Kopka Mes Adih, Kopka Mar Syahdan, Praka Mar Parulian Simanulang, serta Kls Amo Muhammad Yusri – tim kecil dengan tanggung jawab besar di tengah medan yang tidak bersahabat.
“Pihak Kodaeral I menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terkoordinasi dan mengedepankan standar keselamatan tinggi, sejalan dengan arahan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Evaluasi harian terus dilakukan guna menentukan langkah lanjutan operasi,”terang Kadispen.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi Air Terjun Situmurun selama proses pencarian berlangsung.
“Selain demi keselamatan, hal ini juga penting untuk menjaga fokus dan efektivitas kerja tim SAR di lapangan,” tandas Kolonel Wahyu Kurniawan.
Di balik derasnya arus Danau Toba, upaya kemanusiaan ini masih terus berlanjut—sebuah perlombaan antara waktu, harapan, dan ketangguhan para prajurit di garis depan operasi pencarian.(Hendra)













