SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMI

Tiket Pesawat Medan–Jakarta Meroket Jelang Akhir Libur Sekolah, Harga Garuda Tembus Rp10 Juta

×

Tiket Pesawat Medan–Jakarta Meroket Jelang Akhir Libur Sekolah, Harga Garuda Tembus Rp10 Juta

Sebarkan artikel ini
Pesawat Garuda Indonesia di bandara, tiket pesawat Medan Jakarta melonjak jelang akhir libur sekolah dan Nataru 2025 2026
Pesawat Garuda Indonesia di bandara. (Foto: Garuda-Indonesia)

Medan (MAWARTA) – Harga tiket pesawat rute Medan–Jakarta terpantau melonjak tajam menjelang berakhirnya masa libur sekolah. Kenaikan paling signifikan terlihat pada tiket Garuda Indonesia yang menembus angka di atas Rp10 juta.

Berdasarkan pantauan Mawartanews, tiket Garuda Indonesia rute Bandara Kualanamu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (10/1/2026) di kelas bisnis dibanderol Rp10.734.582. Harga tersebut tercantum pada platform pemesanan daring Traveloka.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara itu, maskapai lain seperti, Lion Air, dan Batik Air menawarkan tarif lebih rendah di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp4 juta. Namun, seluruh penerbangan tersebut harus ditempuh dengan satu kali transit.

Untuk keberangkatan Minggu (11/1/2026), penerbangan langsung rute Kualanamu–Soekarno-Hatta tercatat tidak tersedia.

BACA JUGA:  PLN UID Sumatera Utara Melalui Rumah BUMN Dukung Ekspor Kopi Arabica ke Pasar India

Mayoritas tiket berada di kisaran Rp2 juta dengan opsi dua kali transit. Meski demikian, Batik Air masih menyediakan penerbangan kelas bisnis dengan satu kali transit seharga Rp6,1 juta.

Lonjakan harga tiket ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Data Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang, atau naik 12,48 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 19.079.881 penumpang.

Secara rinci, jumlah penumpang angkutan udara selama Nataru 2025/2026 mencapai 4.768.675 penumpang, naik 0,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angkutan laut mencatat kenaikan signifikan sebesar 43,42 persen dengan total 2.254.733 penumpang.

Sementara itu, angkutan perkeretaapian melayani 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen.

BACA JUGA:  Penerbangan Internasional Kualanamu-Chennai: Menyatukan Budaya dan Bisnis

Angkutan penyeberangan juga meningkat 35,05 persen dengan total 3.725.343 penumpang.

Berbeda dengan moda lainnya, angkutan jalan justru mengalami penurunan dari 3.307.966 menjadi 3.138.859 penumpang.

Tingginya permintaan perjalanan udara di akhir masa libur dinilai menjadi faktor utama melonjaknya harga tiket, khususnya pada rute-rute padat seperti Medan–Jakarta.