MAWARTANEWS.com, BATUSANGKAR |
Bencana alam dalam bentuk banjir lahar dingin dan air bah yang melanda wilayah Kabupaten Tanah Datar beberapa waktu lalu telah meninggalkan jejak yang menghancurkan.
Salah satu korban terberat adalah jalan nasional di kelok Antu kecamatan X Koto yang rusak parah, bersama dengan kerusakan yang melanda beberapa fasilitas umum lainnya, termasuk jembatan.
Dalam respons terhadap bencana tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, bersama dengan timnya, mengadakan pertemuan darurat pada Sabtu malam (20/4/2024) dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Thabrani.
Pertemuan ini dilakukan untuk mencari solusi atas kerusakan infrastruktur yang terjadi.
Thabrani mengumumkan bahwa untuk tahun 2024, Tanah Datar akan menerima alokasi dana sebesar Rp. 125 miliar melalui Inpres Jalan Daerah (IJD).
Alokasi ini akan digunakan untuk memperbaiki jalan Batusangkar-Setangkai sebesar Rp. 98 miliar, serta pembangunan jembatan Lubuak Pauah-Lubuk Jantan Lintau Buo Utara dengan dana sekitar Rp. 27 miliar, kata Thabrani dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/4).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan harapannya agar sisa tender jalan Batusangkar-Setangkai dapat dialokasikan untuk preservasi ruas jalan Batusangkar-Baso.
Dia juga menekankan pentingnya mendapatkan dukungan dana IJD untuk memperbaiki seluruh jalan provinsi di wilayah Tanah Datar serta beberapa jalan strategis kabupaten lainnya.
Rencana pemulihan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Tanah Datar. (Alex Koto)













