MAWARTANEWS.com, PALEMBANG |
Kebakaran Tempat Pembuangan (TPA) Sukawinatan saat ini memasuki hari ke lima yang terjadi pada Jumat (11/8/2023) kemarin, maka dari itu DLHK Kota Palembang dari BNPB melakukan pemadaman menggunakan helikopter Water Bombing.
“Sejauh ini dengan bantuan Gubernur Sumsel setelah meninjau lokasi kebakaran dengan mengoordinasikan BNPB untuk menerjunkan Water Bombing, ” kata Kepala DLHK Palembang, Akhmad Mustain, Selasa (15/8).
Lanjutnya, Mustain menyebutkan kebakaran yang terjadi di TPA Sukawinatan merupakan dampak dari cuaca panas yang memicu sampah yang mengandung gas metan dan menimbulkan percikan api.
“Cuaca panas dan sampah mengandung gas metan ditambah seminggu tidak hujan, jadi membuat terbakar kawasan TPA itu, ” kata dia.
Mustain menerangkan kebakaran itu juga bukan dari zona tumpukan sampah, melainkan zona yang tidak ditumpukan sampah dan sudah ditumbuhi rumput.
“Zona yang terbakar itu bukan zona tempat sampah baru, malahan zona yang sudah ditumbuhi rumput. Rumput itu kering dan cuaca panas juga itu penyumbang terbakarnya zona itu, ” kata dia.
Meski adanya kebakaran di TPA, Mustain mengaku sampai-sampah dari rumah tangga tetap dibuang ke TPA Sukawinatan karena tidak ada pilihan lain.
Oleh sebab itu, agar tidak terjadi kembali pihaknya akan secara reguler membasahi gunungan sampah tersebut jika cuaca panas melanda Palembang lebih dari 3-4 hari untuk menekan potensi adanya api.
“Kami sudah evaluasi dan akan kordinasi dengan Damkar terkait membasahi TPA Sukawinatan karena akan berdampak pada warga sekitar, ” kata dia.













