KARO – Di tengah kesibukan roda pemerintahan, suara rakyat masih berusaha menembus dinding birokrasi. Pada Kamis, 4 Juli 2025, sejumlah perwakilan warga dari Desa Suka Meriah datang langsung menghadap Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P., membawa satu tuntutan yang terdengar sederhana tapi menyimpan kepedihan mendalam: air bersih.
Selama lebih dari setahun, desa mereka menghadapi krisis air bersih yang cukup parah. Air yang seharusnya menjadi kebutuhan pokok dan hak dasar manusia, justru menjadi barang langka di wilayah mereka.
“Kami sudah terlalu lama kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, baik mandi, memasak, maupun mencuci,” ungkap salah satu warga dalam pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Karo.
Keluhan ini pun disambut langsung oleh Wakil Bupati Komando Tarigan. Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera menindaklanjuti laporan warga.
“Pemerintah daerah akan secepatnya menangani masalah ini dengan menurunkan alat dan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Tindakan ini akan dimulai pada Selasa, 8 Juli 2025,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Karo menambahkan bahwa masalah ini sebenarnya sudah beberapa kali dibahas, dan bahkan telah dicapai kesepakatan untuk menjalankan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami sudah beberapa kali berdiskusi dan menyepakati penanganan sesuai prosedur yang harus dijalankan,” ungkapnya. (Hasan)













