MAWARTANEWS.com, MEDAN |
Dugaan penyekapan yang dilakukan terhadap sepasang suami isteri Andi Santoso dan Nurmala ditenggarai perbaikan mobil. Andi yang merupakan seorang mekanik diduga tidak tanggung jawab atas pekerjaannya. Selain itu, pemilik mobil, Lina mengaku kehabisan uang hingga Rp 200 juta untuk memperbaiki mobil Mercedes Benz BK 131 KN miliknya.
Kepada mistar, Andi mengaku mendatangi rumah Lina untuk mengambil uang atas pembelian barang untuk perbaikan mobil. Saat tiba di sana, Lina dikatakan tidak mau menyerahkan uang tersebut.
“Saya kesini mau ngambil uang beli barang. Soalnya itu uang orang. Kakak ini (Lina) yang bilang antar aja ke rumah barangnya ya dek. Sampe sini baru kita bayar,” tutur Andi.
Setibanya di sana, keduanya tidak diberikan uang oleh Lina. Lina pun menutup pintu rumah agar keduanya tidak bisa keluar.
“Udah sampe sini, maksud saya kasi lah uang isteri saya biar isteri saya pulang. Saya tetap disini ngerjain kerjaan saya. Saya palak, saya ambil barang yang dibeli tadi biar saya pulangkan aja barangnya,” lanjut Andi.
Keributan sempat terjadi di rumah tersebut. Salah seorang anggota keluarga Lina mengunci pintu. Sementara Nurmala yang saat itu hendak keluar mendorong perempuan tersebut. Perempuan yang merupakan adik Lina itu memukul kepala Nurmala menggunakan tangan.
“Memang ku tolak. Karena dia mau mengunci pintu,” ucap Nurmala.
“Rumah di kunci, isteri saya dihantam kepalanya pakai tangan. Yang mukul kakak bertato itu,” timpal Andi.
Sementara Lina, kepada awak media mengaku bahwa Andi memperbaiki mobil miliknya mulai Desember 2023 hingga saat ini. Dalam rentang waktu itu, Lina mengaku menghabiskan uang hingga Rp 200 juta.
“Tiap-tiap hari dia minta uang untuk mobil ini. Ini mobil, mobil saya. Saya berhak memberhentikan (pengerjaan). Saya bilang saya nggak mau perpanjang mobil ini. Dalam keadaan rusak pun gpp, barang saya dikembalikan. Gara-gara mobil ini, saya udah keluar uang ratusan juta. Hampir 200 juta,” ungkapnya.
Uang tersebut diberikan Lina bertahap. Alasannya, Andi mengaku hendak membeli peralatan untuk perbaikan mobil tersebut.
“Untuk beli barang katanya. Semua bukti transfer saya ada pegang. Semua bukti chat saya ada,” lanjutnya.
Terakhir, kata Lina Andi meminta uang sebesar Rp 700 ribu, Kamis (29/8/24). Lina pun menuruti kemauan Andi dengan niat meminta pertanggung jawaban Andi terhadap pengerjaannya.
“Terakhir minta uang semalam 700 ribu untuk beli barang. Tapi saya udah nggak mau beli barang lagi. Jadi saya iya kan biar dia datang,” pungkasnya.
Petugas Polsek Medan Area yang tiba di lokasi beserta kepala lingkungan pun menengahi keduanya. Hingga kini kedua belah pihak diboyong petugas ke Polsek Medan Area. (Adi Lubis)













