SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi rumah Ibu Nina di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang mengalami kerusakan akibat diserang warga. Peristiwa tersebut terjadi usai keluarga Ibu Nina menggelar kegiatan retreat pelajar Kristen, yang memicu penolakan sebagian warga sekitar.
Dalam video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya pada Senin malam (30/6/2025), Dedi Mulyadi menyampaikan empat poin penting terkait kejadian tersebut.
1. Tindak Pidana dan Proses Hukum
Dedi menegaskan bahwa aksi perusakan terhadap rumah Ibu Nina yang dihuni oleh Pak Yongki dan keluarganya sebanyak sembilan orang merupakan tindakan pidana.
“Peristiwa ini harus disikapi secara hukum. Saya yakin aparat Kepolisian dari Polsek Pelabuhan Ratu akan bekerja objektif berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” tegas Dedi.
Ia juga menyatakan akan mengawal proses hukum tersebut agar berjalan secara adil dan tuntas.
2. Bantuan Psikologis untuk Keluarga
Menurut Dedi, keluarga Pak Yongki, termasuk anak-anak, dipastikan mengalami trauma psikologis akibat serangan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan mengirimkan tim psikolog dari Pemprov Jawa Barat ke lokasi pada Selasa (1/7/2025).
“Bantuan psikologis ini penting agar mereka bisa pulih, hidup damai, dan kembali rukun dengan tetangga serta warga sekitar,” ujarnya.
3. Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Dedi menyatakan dirinya akan menanggung seluruh biaya kerusakan rumah akibat aksi anarkis tersebut.
“Saya sudah mengirim uang sebesar Rp 100 juta kepada keluarga Pak Yongki agar rumah mereka bisa segera diperbaiki,” kata Dedi.
4. Komitmen Merawat Kerukunan
Menutup pernyataannya, Dedi Mulyadi memastikan bahwa kehidupan masyarakat di Desa Tangkil akan kembali harmonis. Ia menyerukan pentingnya menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati perbedaan keyakinan.
“Mari kita jaga kebersamaan demi Jawa Barat yang Istimewa dan Indonesia yang Maju,” pungkasnya. (Sugiyanto)













