SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Rektor UINSU Wisuda 3066 Lulusan Sarjana dan Pascasarjana

×

Rektor UINSU Wisuda 3066 Lulusan Sarjana dan Pascasarjana

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, MEDAN – Plt Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof  Dr  Abu Rokhmad MAg menekankan lulusan UINSU  tidak merasa puas untuk belajar setelah mendapatkan gelar kesarjanaannya, sebab persaingan dunia global yang serba digital ini cukup ketat.

Prof Abu Rokhmad mengatakan pandai-pandailah merenangi dunia digital dalam era ini. “Alat komunikasi dan informasi yang serba mudah dan cepat hendaklah digunakan untuk berbagai bentuk kemanfaatan yang meluas termasuk meningkatkan ilmu dan kemampuan (skill),” kata Prof Abu Rokhmad pada Wisuda ke 79 UINSU tahun 2022 di Gedung Serbaguna Pemprovsu Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa (20/12/2022) kemarin.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Prof Abu Rokhmat mengharapkan UINSU akan menjadi kampus yang “Hebatun Wa Dasyatun” sebagaimana istilah selama ini dialamatkan untuk UINSU, sebagai perguruan tinggi yang senantiasa menebarkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat

Karena itu, meminjam visi yang dicanangkan Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis (alm), kata Prof Abu Rokhmad lagi, bahwa warga UIN adalah masyarakat pembelajar, maka dalam era ini, alumni UIN Sumut harus mampu memanfatkan dunia digital yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat pembelajar (learning society) yang senantiasa menebar manfaat seluas-luasnya dengan kemajuan teknologi ini.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Kelas IIA Tangerang Panen Sayur Pare Bersama Warga Binaan

Sebagai alumni yang baru, saya ingin menyampaikan dan mengingatkan kembali tentang pentingnya kultur keilmuan yang harus terus dijaga.  Gelar kesarjanaan yang diperoleh hari ini harusnya lebih memicu “adrenalin” untuk lebih giat lagi belajar, meneliti serta mengembangkan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat,” tandas Prof Abu Rokhmad dihadapan 3066 wisudawan dan wisudawati, yang terdiri dari PAI 298 wisudawan, FEN 560, FIS 310, FIT dan Keguruan 1082, FKM 140, FSH 248, F Saintek 254, Ushuluddin dan Studi Islam 173 dan Pascasarjana 1 orang.

Rektor UINSu ini juga menyampaikan, platform digitalisasi sebagaimana yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia telah menjadi kebutuhan bagi semua institusi untuk diterapkan. Sebab, sebagaimana kita rasakan, platform digitalisasi banyak memberikan kemudahan dan akses informasi secara terbuka tentang UIN SU.

Keunggulan, kelebihan dan kehebatan UIN SU baik tentang fakultas, prodi dan berbagai prestasi di bidang akademik, seni dan budaya dapat disebarkan seluas-luasnya sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memberikan citra yang baik bagi institusi UIN SU.

BACA JUGA:  Rektor UIN Sumut, Program Prioritas Kapoldasu Garansi Keamanan bagi Masyarakat

Bukan sebaliknya, yang kita sayangkan adalah informasi jelek tentang UIN SU melalui berita-berita yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Tentu, kondisi ini dapat membuat citra yang buruk dan merugikan bagi UIN SU yang pada gilirannya membuat masyarakat tidak lagi percaya,” tekannya.

Untuk itu saya mengajak semua pihak, baik pengelola, dosen, termasuk saudara/i yang baru saja menyelesaikan perkuliahan di UINSU hari ini untuk berjihad memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat dengan cara menebar informasi yang positif tentang institusi di tempat kita belajar.

Bagi UINSU, pengelolaan informasi dalam bentuk digital harus menjadi arus utama dalam pengelolaan kampus kita, baik dalam proses pembelajaran, sistem managemen kampus, keuangan dan semua sistem lain yang diterapkan. Dengan itu kehebatan dan kedahsyatan UINSU dapat dioptimalkan serta dapat diketahui oleh banyak orang.