SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRIMINAL

Rekonstruksi Pembunuhan Mantan Prajurit TNI Digelar, Holmes Sitompul Hadir dengan Seragam Dinas

×

Rekonstruksi Pembunuhan Mantan Prajurit TNI Digelar, Holmes Sitompul Hadir dengan Seragam Dinas

Sebarkan artikel ini
Holmes Sitompul mengenakan pakaian TNI saat melakukan rekonstruksi di Sat Reskrim Polrestabes Medan. (Foto: Ist)

MEDAN – Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mantan prajurit TNI, Andreas Sianipar, yang berlangsung di lantai dua Gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan pada Senin (24/3/2025).

Dalam rekonstruksi ini, turut hadir tersangka utama Holmes Sitompul bersama istrinya, Juariah, serta empat tersangka lainnya, yaitu CJS alias Jovan (23), MFIH alias Aji (25), FA (37), dan Faisal (45).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menariknya, Holmes Sitompul hadir mengenakan pakaian dinas TNI, sementara para tersangka lainnya mengenakan pakaian tahanan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa dalam rekonstruksi ini terdapat 45 adegan yang diperagakan sesuai dengan hasil penyelidikan.

“Kita temukan semuanya, ada tambahan sedikit. Fakta secara garis besar sudah sesuai,” ujar AKBP Bayu Putro Wijayanto.

BACA JUGA:  Warga Desa Tanah Pinem Ditangkap atas Kasus Narkotika

Dalam rekonstruksi tersebut, Holmes terlihat mengenakan atribut bertuliskan “saksi”, yang menimbulkan pertanyaan mengenai status hukumnya.

Menanggapi hal ini, AKBP Bayu Putro menegaskan bahwa status Holmes tetap sebagai tersangka, namun ditangani oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam).

“Kenapa saksi? Karena Holmes statusnya sebagai TNI, maka di kita (Polrestabes Medan) dia saksi. Tapi di Pomdam, dia tersangka,” jelasnya.

Dalam rekonstruksi ini, keterlibatan Juariah, istri Holmes, juga semakin terungkap. Ia disebut mengetahui serta menyuruh orang untuk menjemput korban sebelum pembunuhan terjadi.

Meskipun demikian, Juariah saat ini masih berstatus penangguhan penahanan.

“Dia (Juariah) masih penangguhan penahanan ya,” tambah AKBP Bayu.

Kasus ini masih terus dikembangkan, sementara polisi dan Pomdam terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Adi)