SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWSNUSANTARA

Malam Mencekam di Berastagi! Polisi Grebek Hotel Raya, 11 Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Mengejutkan

×

Malam Mencekam di Berastagi! Polisi Grebek Hotel Raya, 11 Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Mengejutkan

Sebarkan artikel ini

Karo (MAWARTA) — Malam di Berastagi yang biasanya sejuk dan tenang mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu (29/10/2025), suara langkah cepat dan ketukan keras pintu-pintu kamar Hotel Raya, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, mengguncang suasana.

Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Karo bersama Sat Samapta tengah melancarkan operasi senyap memburu praktik prostitusi yang disebut-sebut kian marak di wilayah wisata itu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Eriks Raydikson Nainggolan, S.T., razia malam itu tak main-main.

Kanit Pidum Ipda Henry Iwanto Damanik, Kanit PPA Ipda Sofian A. Damanik, serta personel gabungan Satreskrim dan Sat Samapta turut terjun langsung ke lokasi.

Satu per satu kamar diperiksa. Dari balik pintu, petugas menemukan 11 orang 5 perempuan dan 6 laki-laki yang diduga kuat terlibat dalam praktik prostitusi.

BACA JUGA:  Kunjungan Tim Evaluasi TP.PKK Provsu ke Desa Kutagaluh

Namun yang membuat petugas tertegun, dari hasil penggeledahan ditemukan ratusan kondom dan 5 botol alat pelumas yang tersusun rapi di kamar tertentu.

“Razia ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang sudah lama resah dengan aktivitas mencurigakan di sejumlah penginapan di wilayah Berastagi,” ujar AKP Eriks Raydikson Nainggolan dengan nada tegas.

Tak ingin gegabah, seluruh orang yang diamankan dibawa ke Mapolres Tanah Karo untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kegiatan tersebut.

Namun, bila hasil pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran hukum, langkah pembinaan akan ditempuh dengan melibatkan Dinas Pariwisata, agar para perempuan yang terlibat tidak kembali terjerumus ke dunia kelam.

BACA JUGA:  Akibat Dialihdayakan, Gaji Ratusan Karyawan Dinas LH Tanjungbalai Dipotong 12 Persen

“Kami tidak hanya menindak, tapi juga melakukan pembinaan. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga moral dan masa depan mereka,” tegas AKP Eriks.

Sementara itu, Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla. menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyapu bersih segala bentuk prostitusi dan penyakit masyarakat di wilayah hukumnya.

“Segala kegiatan yang merusak moral dan ketertiban umum akan kami tindak tegas. Kami tidak ingin Berastagi—ikon wisata Tanah Karo—ternoda oleh praktik-praktik maksiat,” tegas Kapolres.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berani melapor dan ikut menjaga moralitas lingkungan.

“Berastagi harus tetap dikenal karena udaranya yang sejuk, bukan karena praktik prostitusi terselubung,” pungkasnya. (Red/Hasan)