MAWARTANEWS.com, Manggarai Timur|
Pengerjaan proyek jalan Hotmix dengan anggaran sebesar 14,6 miliar di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritik keras karena kualitasnya yang buruk.
Proyek ini, yang dikenal dengan nama paket “Peningkatan Jalan Lengko Ajang – Rana Kulan – Pota,” dilaksanakan pada awal bulan Desember tahun 2023.
Para pengguna jalan mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap kualitas proyek tersebut. Emanuel Sanu, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan bahwa lapisan aspal proyek tersebut sudah terkelupas dan mengalami kerusakan parah di beberapa titik.
“Lapisan aspalnya lembek. Daya rekatnya tidak ada. Kami memang tidak tahu secara teknis. Tapi secara kasat mata, kami menilai proyek ini terancam gagal total. Sangat tidak berkualitas,” ujar Sanu seperti dilansir dari laman Suaraburuh.com.
Kritik terhadap proyek ini juga ditujukan pada ketidaksesuaian antara kualitas hasil kerja dengan besarnya anggaran yang dialokasikan. “Dana belasan miliar tetapi kualitasnya buruk,” kata Sanu.
Dalam penelusuran di laman lpse.manggaraitimurkab.go.id, diketahui bahwa proyek ini dikerjakan oleh CV Pelangi Indah yang beroperasi di Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bejawa, Kabupaten Ngada.
Wilibrodus A. Putra, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Manggarai Timur, menjelaskan melalui WhatsApp bahwa proyek tersebut telah melewati tahap Penerimaan Hasil Pekerjaan (PHO).
Terkait dengan kerusakan yang terjadi, Putra menyatakan bahwa kontraktor sedang dalam proses melakukan perbaikan pada titik-titik yang rusak.
“Itu masih proses perbaikan karena masih dalam masa pemeliharaan,” ungkapnya.
Dengan kualitas yang dipertanyakan, para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat menantikan langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan proyek yang sesuai dengan standar yang diharapkan. (*)













