SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Profesor ITS Membongkar Rahasia Desain Kota Berkelanjutan: “Partisipasi Masyarakat Kunci Utama”

×

Profesor ITS Membongkar Rahasia Desain Kota Berkelanjutan: “Partisipasi Masyarakat Kunci Utama”

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, SURABAYA |

Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ing Ir Bambang Soemardiono, Sabtu (25/11) mengungkapkan bahwa desain kota berkelanjutan tidak hanya tentang struktur fisik, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Melalui penelitiannya, ia menyoroti pentingnya menggali aspirasi dan ide masyarakat dalam merancang lanskap perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Partisipasi Masyarakat dalam Rancang Kota Berkelanjutan

Dalam pandangannya, lanskap perkotaan yang berkelanjutan harus memperhitungkan berbagai faktor, termasuk aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Prof Bambang menekankan bahwa melibatkan manusia dalam perancangan, seperti yang dilakukannya dalam Streetscape Koridor Tunjungan Surabaya, membawa dampak positif.

Trotoar yang dirancang ulang, distribusi jalur pepohonan, hingga ruang seni publik inovatif menjadi bukti konsep tersebut.

BACA JUGA:  Harapan Menpora: Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos Babak 16

Metode Partisipasi Masyarakat

Profesor ini juga menjelaskan metode pengumpulan pendapat melalui diskusi kelompok, FGD, dan wawancara yang memperhatikan aspek kualitatif.

Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat tidak hanya tentang jumlah, tetapi juga keterwakilan dari berbagai lapisan masyarakat.

Studi kasusnya mencakup desain Taman Publik Porong di Sidoarjo dan Pengembangan Kali Code di Yogyakarta, yang menunjukkan tantangan dan keberhasilan dalam mengintegrasikan partisipasi masyarakat.

Partisipasi Aktif untuk Kesejahteraan

Prof Bambang mengungkapkan bahwa partisipasi aktif masyarakat tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang desain perkotaan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.

Sebagai seorang musisi dan profesor, ia menyoroti beragam bentuk partisipasi, termasuk kompetisi desain sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat.

BACA JUGA:  Jasa Raharja dan Jasa Marga Ajak Generasi Muda Jawa Timur Budayakan Tertib Berkendara Melalui Program Safety Riding

Manusia sebagai Pusat Perancangan Kota

Guru besar yang baru dikukuhkan ini menekankan bahwa perancangan perkotaan harus menjadikan manusia sebagai pusatnya. Ia mendorong perencanaan berbasis masyarakat untuk mewujudkan kontribusi kolektif dari seluruh komunitas, sambil menjaga keseimbangan dengan faktor alam di suatu wilayah.