MEDAN – Polisi berhasil mengungkap dalang di balik aksi tawuran di Jalan Halat, Kota Matsum II, Medan Area, yang terjadi pada Selasa (18/3/2025) lalu.
Pelaku utama ternyata seorang remaja berinisial MRZ (15), yang masih di bawah umur, namun bertindak sebagai penggerak utama.
Kapolsek Medan Area, AKP Dwi Himawan, mengungkapkan bahwa MRZ bertindak sebagai koordinator, mulai dari menyusun strategi hingga mengumpulkan anggota untuk melakukan aksi tawuran.
“Otak pelaku dari ketiganya adalah MRZ. Dia memberikan informasi di dalam grup ‘Makmur Brother Hood’ untuk janjian bertemu dengan kelompok lain, yaitu ‘Lamada’,” kata AKP Dwi Himawan, Senin (24/3/2025).
Selain MRZ, dua pelaku lainnya berperan dalam aksi kekerasan, di mana satu orang memukul korban dengan tangan kosong, sementara seorang lainnya mendokumentasikan kejadian tersebut.
Lebih lanjut, AKP Dwi Himawan menegaskan bahwa MRZ telah mempersiapkan senjata sebelum tawuran terjadi.
Saat salah satu anggota kelompok Lamada melintas di lokasi kejadian, seorang anggota Brother Hood melempar batu hingga korban terjatuh. Setelahnya, korban dikeroyok oleh sekelompok anggota Brother Hood.
“Senjata memang sudah disiapkan. Mereka sudah janjian jam 4 pagi. Yang mengkoordinir adalah anak di bawah umur, MRZ. Yang melempar itu juga masih kita kejar,” ujar Kapolsek.
Tak hanya terlibat dalam tawuran di Jalan Halat, kelompok ini juga diketahui melakukan tawuran saat hari pertama Ramadan. Aksi tersebut bahkan sempat viral di media sosial.
Kapolsek Medan Area menjelaskan bahwa dalam insiden sebelumnya, kelompok yang terlibat tetap sama, yakni Brother Hood dan Lamada. Namun, dalam tawuran tersebut tidak ada korban jiwa.
“Awal Ramadan juga ada tawuran di lokasi yang sama, mereka-mereka juga pelakunya. Lawannya juga sama, Lamada,” ujar AKP Dwi Himawan.
Sementara itu, kondisi korban tawuran terbaru dikabarkan mulai membaik setelah menjalani operasi. Polisi juga mengapresiasi aparat lingkungan yang turut membantu dalam pengungkapan dan penangkapan pelaku.
“Kami dibantu aparat lingkungan berhasil menangkap ketiga pelaku. Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” tambahnya.
Salah seorang pelaku yang telah diamankan, Ananda Firman Syahputra, mengaku tidak mengetahui alasan utama tawuran tersebut terjadi.
“Nggak tahu, dikasih tahu admin aja untuk kumpul. Yaudah kumpul kami,” ucapnya sambil menunjuk MRZ sebagai penggerak utama.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini dan memburu pelaku lain yang terlibat. (Adi)













