SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS

Polda Sumut Limpahkan Tersangka Bos Judi Apin BK dan Aset Sitaan Rp. 157 M Ke Kejari Medan

×

Polda Sumut Limpahkan Tersangka Bos Judi Apin BK dan Aset Sitaan Rp. 157 M Ke Kejari Medan

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com – Polisi Daerah Sumatera Utara telah limpahkan tersangka Jonni alias Apin BK ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Kamis (26/1/2023).

Tak hanya tersangka, penyidik Polda Sumut juga melimpahkan sejumlah barang bukti.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasi Intelijen Kejari Medan Simon saat ditemui.

“Benar, saat ini kita telah menerima pelimpahan berkas tahap II dari Polda Sumut, terhadap tersangka Apin BK dalam dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ,” kata Simon seperti dilansir dari Tribun Medan.

Dikatakan Simon, sejumlah barang bukti tersebut terbagi menjadi dua, yakni aset Harta benda tidak bergerak dan aset harta benda bergerak senilai Rp 5,8 miliar.

BACA JUGA:  Hari Santri Nasional 2022 Kota Medan, Ini Pesan Aulia Rachman

Aset harta benda tidak bergerak yaitu 26 sertifikat hak milik asli atas nama Jonni alias Apin BK, 19 aset bangunan yang berada di Deli Serdang senilai Rp 128,2 Miliar.

“7 aset bangunan yang berada di Kota Medan senilai Rp 23,795 miliar, dan tiga aset tanah di Kabupaten Samosir,” lanjut Simon.

Sedangkan, aset harta benda bergerak yaitu dua unit kapal Speed Boat besar warna hitam, satu unit Speed Boat kecil warna biru, 21 Jetski, dan satu unit mobil Pick Up.

“Adapun total aset yang disita sebesar Rp 157, 795 miliar, ” pungkasnya.

Lanjut dikatakan Simon, selanjutnya, Jaksa dari Kejari Medan akan menyiapkan dakwaan dan nantinya tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

BACA JUGA:  Rumah Bos Judi Apin BK Digeledah Tim Gabungan Dit Reskrimsus Poldasu Selama 6 Jam

“Untuk tersangka kita tahan di Rutan Tanjung Gusta Medan, untuk 20 hari kedepan menunggu berkas dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Jonni alias Apin BK dijerat pasal 3 undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).